Pages

Wednesday, August 20, 2014

BENTUK MORFOLOGI DAN ANATOMI ALAT REPRODUKSI JANTAN PADA VERTEBRATA

BAB I

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Reproduksi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan yang baru. Tujuannya adalah untuk mempertahankan jenisnya dan melestarikan jenis agar tidak punah. Bayangkan apabila ada suatu organisme yang tidak melakukan reproduksi, tentu saja akan menganggu keseimbangan alam. Pada rantai makanan, bayangkan jika salah satu mata rantai tersebut hilang. Tentu akan tidak seimbang proses alam ini. Yang akan menghancurkan sebuah ekosistem,atau bahkan peradaban. Sistem reproduksi vertebata jantan terdiri atas sepasang testis, saluran rreproduksi jantan, kelenjar seks asesoris (pada mamlia) dan organ kopulatoris (pada hewan-hewan dengan fertilisasi internal). Sistem reproduksi betina terdiri atas sepasang ovarium pada beberapa hanya satu) dan saluran reproduksi betina. Pada mamlia yang dilengkapi organ kelamin luar (vulva) dan kelenjar susu.
Reproduksi vertebrata pada umumnya sama, tetapi karena tempat hidup, perkembangan anatomi, dan cara hidup yang berbeda menyebabkan adanya perbedaan pada proses fertilisasi. Misalnya hewan akuatik pada umumnya melakukan fertilisasi di luar tubuh (fertilisasi eksterna), sedangkan hewan darat melakukan fertilisasi di dalam tubuh (fertilisasi interna). Bagi hewan yang melakukan fertilisasi interna dilengkapi dengan adanya organ kopulatori, yaitu suatu organ yang berfungsi menyalurkan sperma dari organisme jantan ke betina. Untuk lebih jelasnya bagaimana perbandingan anatomi sistem reproduksi hewan vertebrata yang meliputi amphibi, aves, reptil, mamalia, dan pisces.
Berdasarkan latar belakang tersebut maka dibuatlah makalah yang berjudul “Bentuk morfologi dan anatomi alat reproduksi jantan pada vertebrata”.

B. Rumusan Masalah

            Adapun rumusan masalahnya sebagai berikut :
1.      Bagaimanakah bentuk morfologi dan anatomi alat reproduksi jantan pada pisces?
2.      Bagaimanakah bentuk morfologi dan anatomi alat reproduksi jantan pada amphibi?
3.      Bagaimanakah bentuk morfologi dan anatomi alat reproduksi jantan pada reptil?
4.      Bagaimanakah bentuk morfologi dan anatomi alat reproduksi jantan pada aves?
5.      Bagaimanakah bentuk morfologi dan anatomi alat reproduksi jantan pada mamalia?

C. Tujuan

            Adapun tujuan yang akan dicapai adalah :
1.      Untuk mengetahui bentuk morfologi dan anatomi alat reproduksi jantan pada pisces.
2.      Untuk mengetahui bentuk morfologi dan anatomi alat reproduksi jantan pada amphibi.
3.      Untuk mengetahui bentuk morfologi dan anatomi alat reproduksi jantan pada reptil.
4.      Untuk mengetahui bentuk morfologi dan anatomi alat reproduksi jantan pada aves.
5.      Untuk mengetahui bentuk morfologi dan anatomi alat reproduksi jantan pada mamalia.


BAB II

PEMBAHASAN


A. Morfologi dan Anatomi Alat Kelamin Jantan pada Pisces

Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlahspesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia. Untuk meneruskan keturunan tentu saja ikan perlu bereproduksi.
Pada dunia perikanan, organ dalam pada ikan ini biasa disebut Gonad.

Pada betina memiliki Ovary dan pada jantan memiliki Testis.
Testis
·         Testis adalah organ reproduksi jantan yang terdapat berpasangan dan terletak di bawah tulang belakang. Testis ikan berbentuk seperti kantong dengan lipatan-lipatan, serta dilapisi dengan suatu lapisan sel spermatogenik (spermatosit). Sepasang testis pada jantan tersebut akan mulai membesar pada saat terjadi perkawinan, dan sperma jantan bergerak melalui vas deferens menuju celah/ lubang urogenital.
·         Testis berjumlah sepasang, digantungkan pada dinding tengah rongga abdomen oleh mesorsium. Bentuknya oval dengan permukaan yang kasar. Kebanyakan testisnya panjang dan seringkali berlobus.
·         Saluran reproduksi, pada Elasmoranchi beberapa tubulus mesonefrus bagian anterior akan menjadi duktus aferen dan menghubungkan testis dengan mesonefrus, yang disebut dutus deferen. Bahian posterior duktus aferen berdilatasi membentuk vesikula seminalis, lalu dari sini akan terbentuk kantung sperma. Dutus deferen akan bermuara di kloaka. Pada Teleostei saluran dari sistem ekskresi dan sistem reproduksi menuju kloaka secara terpisah.
Proses fertilisasi/pembuahan pada ikan ada 2 cara, yakni pembuahan di dalam (internal fertilization) dan pembuahan di luar (external fertilization). Namun demikian kebanyakan jenis ikan melakukan pembuahan diluar (external fertilization).
Secara morfologi alat kelamin ikan jantan dan betina berbeda, misalnya saja ikan baung. Jenis kelamin ikan baung dapat diketahui dengan dua cara, yaitu dengan membelah perut dan memeriksa gonadnya dan dengan mengamati ciri-ciri morfologis. Gonad ikan baung betina dan ikan baung jantan terletak di rongga perut bagian dorsal intestin. Gonad ikan baung barn dapat diperiksa setelah ikan baung tersebut berukuran 90 g atau kira-kira panjangnya 20 cm. Oleh karena itu, ikan baung yang lebih kecil dari ukuran tersebut dapat dibedakan dengan mengamati lobang genital (genital pore).



Gambar 3. Alat kelamin ikan baung jantan (A) dan Betina (B)
Pada ikan baung jantan, lobang genital agak memanjang dan terdapat bagian yang meruncing ke arah caudal. Alat ini merupakan alat bantu untuk mentransfer sperma. Sedangkan pada ikan betina, lobang genitalnya berbentuk bulat. Lobang genital ini akan berwama kemerah-merahanjika ikan baung betina tersebut telah mengandung telur pada TKG V. Kromosom berjumlah 23 pasang yang terdiri atas 2 pasang kromosom metasentrik, 6 pasang kromosom akrosentrik, dan 15 pasang kromosom telosentrik.
Contoh lain pada ikan catfish Conorhynchus conirostris (Valenciennes) yang merupakan ikan endemik di San Fransisco. Testis C. conirostris memiliki volume kecil dan indeks gonado-somatik (IG, IG ¼ 100 MTM? 1) selalu <0 5="" alat="" albuginea="" atau="" bagian="" dan="" dari="" dengan="" di="" didukung="" digitiform="" dikelilingi="" dipancarkan="" dipasangkan="" dorsal="" ikan="" ikat="" jantan="" jaringan="" ke="" kelamin="" massa="" mesorchia.="" o:p="" oleh="" organ="" pada="" panjang="" pembatasan="" pinggiran="" proyeksi="" rongga="" selom="" seluruh="" seminiferus="" sepanjang="" septa="" spermatocysts.="" terdiri="" terletak="" tersebut="" testisnya="" tubuh="" tubuhnya.="" tubulus="" tunika="" yang="">

Sistem reproduksi jantan C. conirostris. (a) morfologi kasar testis berumbai. x1·3. Skala bar ¼ 1 cm. (b) Penampang testis menunjukkan proyeksi digitiform (®) dan saluran sperma (SD) diisi dengan spermatozoa. Hematoksilin eosin - ; x50 . (c) pinggiran testis menunjukkan anastomosis (►) antara tubulus seminiferus Toluidine blue- sodium borate , . X100 (d) Ultrastruktur sel germinal : spermatogonia primer ( G1 ) , spermatogonia sekunder ( G2 ) , spermatosit primer ( C1 ) danspermatosit sekunder ( C2 ) , MC , sel myoid , S , sel Sertoli . x2400. Inset : (®) Fibril kolagen melekat pada membran plasma sel myoid (MC). X5000. (e) spermatid dengan inti kental (N) , implantasi fossa (*) dan flagela (®) . x14 250. (f) bagian Longitudinal spermatozoa dengan inti berbentuk U (N) di kepala , dan midpiece pendek . x12 750 . Sisipkan : ultrastruktur flagela menunjukkan mikrotubulus dalam 9þ2 pengaturan axonemal . x266 00. (g) Ultrastruktur saluran sperma menunjukkan sel epitel dengan mikrovili (►) dan inti ( N ) didukung oleh lamina propria (*) Dengan fibril kolagen dan sel myoid . x1615 . (h) Spermatozoa ( Z ) dan vesikel sekretori (*) dalam saluran sperma . x11.000 . ( i ) Ultrastruktur papilla genital dengan sel mukosa pada berbeda fungsional tahap ( 1 , 2 dan 3 ) ; ! , membran basal , MC , sel myoid . x1715.

B. Morfologi dan Anatomi Alat Kelamin Jantan pada Amphibi

Kelompok amfibi, misalnya katak, merupakan jenis hewan ovipar. Katak jantan dan katak betina tidak memiliki alat kelamin luar. Pembuahan katak terjadi di luar tubuh. Pada saat kawin, katak jantan dan katak betina akan melakukan ampleksus, yaitu katak jantan akan menempel pada punggung katak betina dan menekan perut katak betina. Kemudian katak betina akan mengeluarkan ovum ke dalam air. Setiap ovum yang dikeluarkan diselaputi oleh selaput telur (membran vitelin). Sebelumnya, ovum katak yang telah matang dan berjumlah sepasang ditampung oleh suatu corong. Perjalanan ovum dilanjutkan melalui oviduk.
Sistem kemih terdiri dari ginjal katak, ureter, kandung kemih, dan kloaka. Ginjal adalah organ yang mengekskresikan urin. Terhubung ke setiap ginjal adalah sebuah ureter, tabung melalui urin masuk ke dalam kandung kemih, kantung yang menyimpan urin sampai lolos keluar dari tubuh melalui kloaka. Organ dari sistem reproduksi laki-laki adalah testis, saluran sperma, dan kloaka. Mereka dari sistem perempuan indung telur, saluran telur, uteri, dan kloaka. Testis menghasilkan sperma, atau sel kelamin laki-laki, yang bergerak melalui saluran sperma, tabung yang membawa sperma ke kloaka, dari yang bergerak sperma di luar tubuh. Indung telur menghasilkan telur, atau sel kelamin perempuan, yang bergerak melalui saluran telur ke uteri, kemudian melalui kloaka luar tubuh. 

Anura
Mayoritas anurans, saat ini termasuk hampir 6000  spesies (AmphibiaWeb 2010), praktek fertilisasi eksternal, dan dengan demikian tidak memiliki pengaturan kloaka laki-laki khusus memfasilitasi pemindahan sperma langsung (baru-baru ini dirangkum oleh Wells 2007). Selama sanggama, jantan memegang betina dengan lengan mereka (disebut amplexus). Dalam kebanyakan kasus, sperma secara langsung dirilis pada telur yang menonjol dari kloaka betina, tetapi dalam beberapa kasus pembuahan berlangsung tanpa amplexus. Pembuahan internal jarang di antara anurans, dan sebagian besar terhubung ke viviparity atau mekanisme kompleks lainnya pengasuhan.

Gambar  : Morfologi reproduksi anurans dan salamander . (A) amplexus Inguinal dari Ascaphus truei . (B) jantan Ascaphus truei. "Ekor ", perpanjangan kloaka, dapat dimasukkan ke dalam kloaka betina selama amplexus, dipandang dari ventrolateral. (C) jantan Mertensophryne micranotis ( Anura : Bufonidae ), kiri , melihat punggung dan kloaka, tepat, tampilan ekor (D) amplexus cephalic dari Notophthalmus viridescens ( Urodela : Salamandridae ). Jantan  menangkap leher betina itu sementara mengipasi feromon menuju lubang hidungnya. ( E ) daerah kloaka dari lentic Cynops pemuliaan pyrrhogaster ( Urodela : Salamandridae ) . itu kloaka jantan ( kiri) sangat bengkak dibandingkan dengan perempuan ( kanan) ( F ) daerah kloaka dari lotic pemuliaan Euproctus montanus ( Urodela : . Salamandridae). jantan (kiri) memiliki tonjolan kloaka (cp) yang merupakan pseudopenis ( pp ) , sedangkan kloaka betina berbentuk agak kerucut dan pembukaannya terletak bagian perut ( kanan). (G) amplecting
sepasang Calotriton arnoldi  (Urodela : Salamandridae ). Jantan menangkap badan betina dengan ekornya.
Urodela
Mayoritas 590 spesies urodeles menunjukkan pembuahan internal, sementara jantan dari keluarga basal Hynobiidae, Cryptobranchidae, dan mungkin Sirenidae, mengalami pembuahan eksternal (dirangkum dalam Duellmann & Trueb 1994; Wells 2007). Perilaku percumbuan kompleks dan rumit dari kebanyakan salamander meliputi pengendapan spermatophore oleh jantan, yang kemudian diterima oleh betina. Sebuah organ intromittent benar dalam salamander kurang, meskipun mentransfer sperma langsung dapat ditemukan dalam satu spesies - sungai Korsika newt Euproctus montanus, pembibitan endemik lotic pulau Corsica. Kloaka dari kadal air sungai laki-laki menyerupai tonjolan berbentuk kerucut (Gambar 1F). Ruang kloaka host "pseudopenis", papilla mencolok luas, yang dapat evaginated selama. Jantan menangkap betina selama amplexus, memegang ekornya dengan rahang dan membungkus ekornya sekitar batang nya, sementara memproyeksikan kloaka mundur nya diposisikan dekat dengan yang betina.
Gymnophiona
 Berbeda dengan semua salamander (dengan pengecualian Euproctus montanus) dan katak (dengan pengecualian Ascaphus ssp.), Kloaka Sesilia jantan lebih dekat melalui ventilasi/lubang angin dan beroperasi sebagai organ intromittent atau lingga, struktur unik di antara tetrapoda. Sebaliknya, kloaka sangat kompleks dan beragam. Kloaka Sesilia jantan adalah tabung memanjang terbagi dalam dua kamar berbeda. The urodeum tengkorak agak sederhana dibangun, bantalan punggung membujur, dan terhubung ke usus dan saluran urogenital, yang masuk setelah lekungan U.

Gambar : Morfologi kelamin amfibi Sesilia. (A) laki-laki indistincum Chthonerpeton menunjukkan lingga everted, (B) Geotrypetes seraphini (Gymnophiona: Caeciliidae), lateral (kiri), dorsal (pusat) dan ventral (kanan) melihat lingga everted, (C) Typhlonectes natans (Gymnophiona: Typhlonectidae), (D) Scan kloaka betina

C. Morfologi dan Anatomi Alat Kelamin Jantan pada Reptil

Kelompok reptil seperti kadal, ular dan kura-kura merupakan hewan-hewan yang fertilisasinya terjadi di dalam tubuh (fertilisasi internal). Umumnya reptil bersifat ovipar, namun ada juga reptil yang bersifat ovovivipar, seperti ular garter dan kadal. Telur ular garter atau kadal akan menetas di dalam tubuh induk betinanya. Namun makanannya diperoleh dari cadangan makanan yang ada dalam telur. Reptil betina menghasilkan ovum di dalam ovarium. Ovum kemudian bergerak di sepanjang oviduk menuju kloaka. Reptil jantan menghasilkan sperma di dalam testis. Sperma bergerak di sepanjang saluran yang langsung berhubungan dengan testis, yaitu epididimis. Dari epididimis sperma bergerak menuju vas deferens dan berakhir di hemipenis. Hemipenis merupakan dua penis yang dihubungkan oleh satu testis yang dapat dibolak-balik seperti jari-jari pada sarung tangan karet. Pada saat kelompok hewan reptil mengadakan kopulasi, hanya satu hemipenis saja yang dimasukkan ke dalam saluran kelamin betina.

Gambar : sistem genetalia pada reptil
Sistem Genitalia Jantan
a.       Testis berbentuk oval, relatif kecil, berwarna keputih-putihan, berjumlah sepasang, dan terletak di dorsal rongga abdomen. Pada kadal dan ular, salah satu testis terletak lebih ke depan dari pada yang lain. Testis akan membesar saat musim kawin.
b.      Saluran reproduksi, duktus mesonefrus berfungsi sebagai saluran reproduksi, dan saluran ini akan menuju kloaka. Sebagian duktus wolf dekat testis bergelung membentuk epididimis. Tubulus mesonefrus membentuk duktus aferen yang menghubungkan tubulus seminiferus testis dengan epididimis. Duktus wolf bagian  posterior menjadi duktus deferen. Pada kebanyakan reptil, duktus deferen bersatu  dengan ureter dan memasuki kloaka melalui satu lubang, yaitu sinus urogenital yang pendek.
Sistem Reproduksi pada kadal jantan terdiri dari sepasang testis yang berbentuk bulat telur dimana kedua letak testis ini berbeda, testis sebelah kanan letaknya lebih tinggi daripada testis sebelah kiri. Saluran efferen tidak tampak, bermuara pada saluran epididimis dari testis sebelah bawah dan selanjutnya menjadi duktus differen. Kadal jantan memiliki alat penyalur sperma yang dikenal dengan nama hemipenis yang berjumlah dua buah hemipenis, terdapat disisi kiri kanan lubang kloaka agak ke pangkal ekor. Melihat hemipenis  bisa dilakukan dengan cara memijat dan menekan pangkal ekor kadal tersebut.
Lingga buaya adalah organ berpasangan yang biasanya tersembunyi di dalam celah kloaka gondrong. Ini terdiri dari proses kerucut seperti anterior septum kloaka ventral. Untuk kawin, penis menonjol dari kloaka dan hampir semicircularly membungkuk ke arah venter tersebut. Dalam kondisi ini, alur sperma berpaling dari venter tersebut.

Gambar : Penonjolan penis dari Paleosuchus trigonatus dengan panjang tubuh 115 cm

Gambar : Skema Kloaka buaya jantan
Penis dari anakan selalu besar (dengan panjang rata-rata 4,1 mm), bulat dan merah. Berikut gambar organ genetalia bagian luar pada Alligator mississippiensis.

D. Morfologi dan Anatomi Alat Kelamin Jantan pada Aves

Kelompok burung merupakan hewan ovipar. Walaupun kelompok buruk tidak memiliki alat kelamin luar, fertilisasi tetap terjadi di dalam tubuh. Hal ini dilakukan dengan cara saling menempelkan kloaka. Pada burung betina hanya ada satu ovarium, yaitu ovarium kiri. Ovarium kanan tidak tumbuh sempurna dan tetap kecil yang disebut rudimenter. Ovarium dilekati oleh suatu corong penerima ovum yang dilanjutkan oleh oviduk. Ujung oviduk membesar menjadi uterus yang bermuara pada kloaka. Pada burung jantan terdapat sepasang testis yang berhimpit dengan ureter dan bermuara di kloaka.
Organ reproduksi pada aves misalnya ayam. Organ reproduksi ayam jantan terdiri dari sepasang testis (T), epididimis (Ep), duktus deferens (D.d.) dan organ kopulasi pada kloaka (Cl),  secara lengkap ditunjukkan oleh Nesheim et al. (1972) pada gambar berikut:

Gambar :  Organ reproduksi dan urinari pada ayam jantan
·         Testis
Testis berjumlah sepasang terletak pada bagian atas di abdominal kearah punggung pada bagian anterior akhir dari ginjal dan berwarna kuning terang. Pada unggas testis tidak seperti hewan lainnya yang terletak di dalam skrotum (Nesheim et al., 1979). Fungsi testis menghasilkan hormon kelamin jantan disebut androgen dan sel gamet jantan disebut sperma (Nalbandov, 1990).        
·         Epididimis
Epididimis berjumlah sepasang dan terletak pada bagian sebelah dorsal testis. Berfungsi sebagai jalannya cairan sperma ke arah kaudal menuju ductus deferens
·         Duktus deferens
Jumlahnya sepasang, pada ayam jantan muda kelihatan lurus dan pada ayam jantan tua tampak berkelok-kelok. Letak ke arah kaudal, menyilang ureter dan bermuara pada kloaka sebelah lateral urodeum.
·         Organ kopulasi
Pada unggas duktus deferens berakhir pada suatu lubang papila kecil yang terletak pada dinding dorsal kloaka. Papila kecil ini merupakan rudimeter dari organ kopulasi
Burung jantan memiliki sepasang testis di perut yang terletak cranioventral ke lobus ginjal pertama. Testis meningkat tajam ukurannya selama musim kawin. Vas deferens muncul ke medial dan melewati kaudal ke kloaka di mana ia memiliki bukaan umum dengan ureter di Urodeum. Terminal vas deferens bengkak sebagai organ penyimpanan: seminal glomus (atau vesikula seminalis seperti pada gambar di sebelah kanan). Seperti pada mamalia, pembentukan sperma adalah suhu sensitif, dan pematangan dibantu oleh tetes malam hari suhu, atau dengan pengembangan buah zakar seperti pembengkakan thermoregulatory eksternal memegang glomera mani.
 Selain itu, burung jantan cenderung memiliki cadangan sperma extragonadal relatif rendah dan sperma diproduksi pada testis setelah ejakulasi.

Gambar : tonjolan kloaka
Volume Testis meningkat sebanding dengan ukuran tubuh. Berdasarkan ukuran tubuh, Volume testis yang terendah untuk burung pada usia 1 dan 2 tahun tetapi tidak bervariasi dengan usia untuk jantan berusia 3 tahun atau lebih. Burung menempati koloni parasit-bebas (difumigasi) memiliki testis lebih besar secara signifikan daripada burung di lokasi nonfumigated. Volume Testis meningkat secara signifikan dengan ukuran koloni burung. Hasil ini menunjukkan bahwa dalam suatu spesies testis lebih besar disukai di lingkungan sosial yang lebih, mungkin mencerminkan respon terhadap peningkatan tingkat kopulasi pada pasangan yang lebih dari satu.

Gambar : Alat Reproduksi Jantan burung Merpati
Ukuran testis secara signifikan lebih besar dalam spesies yang berkembang biak secara kolonial dari pada spesies yang berkembang biak solitarily, menunjukkan bahwa kepadatan pemuliaan lebih tinggi dikaitkan dengan persaingan sperma yang lebih besar. Setelah mengontrol efek filogenetik dan variabel ekologi lainnya, ukuran testis juga lebih besar dalam taksa yang tidak berpartisipasi dalam memberi makan anak-anak mereka. Taksa monogami memiliki testis lebih kecil dari taksa dengan beberapa pasangan, dan ukuran testis cenderung meningkat dengan ukuran kopling, yang menunjukkan bahwa deplesi sperma mungkin memainkan peran dalam evolusi ukuran testis. Hasil ini menunjukkan bahwa variabel ekologi dan perilaku tradisional, seperti sistem kawin sosial, kepadatan pembibitan dan perawatan induk jantan dapat menjelaskan sebagian besar variasi dalam kompetisi sperma pada burung.
Jantan dalam beberapa spesies, termasuk sebagian besar unggas air & burung unta, memiliki organ intromittent, yang mana jantan lain tidak memilikinya. Organ ini disebut phallus atau lingga.

            Sebagai contoh pada gambar di atas dimana (A) Duck Harlequin (Histrionicus histrionicus) dan (B) Angsa Afrika (Anser cygnoides), dua spesies dengan lingga pendek dan tidak ada sanggama paksa, di mana betina mempunyai vagina sederhana. (C) itik ekor panjang (Clangula hyemalis), dan (D) Mallard (Anas platyrhynchos), dua spesies dengan lingga panjang dan tingkat tinggi sanggama paksa, di mana betina mempunyai vagina yang sangat rumit (ukuran bar = 2 cm). ] = Phallus, * = Testis, bintang = dasar Muscular dari lingga laki-laki,> = batas atas dan bawah dari vagina.
Penonjolan lingga dan histologi untuk menggambarkan untuk pertama kalinya morfologi fungsional dari penis burung. Penonjolan penis bebek Muscovy 20 cm adalah eksplosif, mengambil rata-rata 0,36 detik, dan mencapai kecepatan maksimum 1,6 m detik-1. Kolagen matriks penis sangat tipis dan tidak diatur dalam array aksial-orthogonal, sehingga penis yang fleksibel ketika ereksi. Untuk menguji hipotesis bahwa hal baru alat kelamin betina membuat jalan masuk sulit selama sanggama paksa, Brennan et al. (2010) menyelidiki eversi penis ke dalam tabung kaca yang disajikan tantangan mekanis yang berbeda untuk eversi. Eversi terjadi berhasil dalam tabung lurus dan spiral tabung berlawanan yang cocok dengan kiralitas penis unggas air, tapi eversi secara signifikan kurang berhasil dalam tabung kaca dengan spiral searah jarum jam atau sudut 135°, yang menirukan geometri vagina betina. Hasil ini mendukung hipotesis bahwa bebek memiliki kompleksitas fungsi vagina untuk mengecualikan penis saat sanggama paksa, dan coevolved dengan penis unggas air melalui konflik seksual antagonis.

E. Morfologi dan Anatomi Alat Kelamin Jantan pada Mamalia

Semua jenis mamalia, misalnya sapi, kambing dan marmut merupakan hewan vivipar (kecuali Platypus). Mamalia jantan dan betina memiliki alat kelamin luar, sehingga pembuahannya bersifat internal. Sebelum terjadi pembuahan internal, mamalia jantan mengawini mamalia betina dengan cara memasukkan alat kelamin jantan (penis) ke dalam liang alat kelamin betina (vagina).
Ovarium menghasilkan ovum yang kemudian bergerak di sepanjang oviduk menuju uterus. Setelah uterus, terdapat serviks (liang rahim) yang berakhir pada vagina.
Testis berisi sperma, berjumlah sepasang dan terletak dalam skrotum. Sperma yang dihasilkan testis disalurkan melalui vas deferens yang bersatu dengan ureter. Pada pangkal ureter juga bermuara saluran prostat dari kelenjar prostat. Kelenjar prostat menghasilkan cairan yang merupakan media tempat hidup sperma.
Sperma yang telah masuk ke dalam serviks akan bergerak menuju uterus dan oviduk untuk mencari ovum. Ovum yang telah dibuahi sperma akan membentuk zigot yang selanjutnya akan menempel pada dinding uterus. Zigot akan berkembang menjadi embrio dan fetus. Selama proses pertumbuhan dan perkembangan zigot menjadi fetus, zigot membutuhkan banyak zat makanan dan oksigen yang diperoleh dari uterus induk dengan perantara plasenta (ari-ari) dan tali pusar.
Penis adalah organ sanggama laki-laki. Hal ini terbentuk dari tiga bagian, dua Corpora cavernosa, yang terdiri dari jaringan luas dan jaringan ikat selubung tunika albuginea, dan single Corpus spongiosum yang berisi uretra terbungkus dalam lengan jaringan pembuluh darah. Ada dua jenis penis: the musculovascular dan penis fibroelastik.
Struktur
·         Corpus cavernosum : corpus cavernosum terdiri dari kolom dipasangkan jaringan kavernosa yang dikelilingi oleh jaringan ikat yang dikenal sebagai krura dari penis atau kavernosum .
Pada anjing, corpus cavernosum distal berubah menjadi tulang untuk membentuk penis Os yang memainkan peran penting dalam anjing mencapai intromission dengan jalang selama sanggama .
·         Corpus spongiosum : Corpus spongiosum adalah lengan jaringan pembuluh darah yang mengelilingi uretra. Ini dimulai pada bola penis sebagai pembesaran jaringan spons uretra panggul. Pada akhir penis korpus spongiosum memperluas di ujung distal corpus cavernosum untuk membentuk kelenjar penis, membawa uretra ke ujung penis. Ada variasi yang besar dalam morfologi glans penis antara spesies yang sering berhubungan dengan saluran morfologi perempuan. Misalnya penis babi " pembuka botol" glans sesuai dengan banyak tonjolan interdigitating serviks babi itu . Glans penis sangat diisi dengan saraf-saraf .
·         Kulup : Preputium adalah selubung kulit yang menutupi penis ketika lembek dan dibentuk oleh invaginasi kulit perut . Prepuce adalah berbulu dan mengandung banyak smegma mensekresi kelenjar penting untuk pelumasan antara batang penis dan prepusium selama sanggama . Dalam prepuce adalah berbagai jumlah serat otot lurik , otot prepucial kranial yang bertanggung jawab untuk mencabut preputium dan otot-otot prepucial ekor bertanggung jawab untuk protracting preputium.
Morfologi Kepala/glans Penis
·         Sapi jantan - end sedikit berputar
·         Babi hutan - pembuka botol berbentuk dengan benang tangan kiri
·         Ram - ekstensi besar proses uretra
·         Kuda jantan - Jamur berbentuk dengan sedikit penonjolan proses uretra
·         Anjing - substansial glans penis yang dibagi menjadi bulbus glandis yang ditemukan proksimal dan pars longa glandis ditemukan distal
·         Kucing - berbentuk kerucut dengan Keratinised papila, diarahkan kaudal

Gambar : Glans penis
            Selanjutnya akan dibahas lebih lanjut tentang alat kelamin hewan mamalia yaitu stallion/kuda jantan. Poros gerakan dan glans penis memperpanjang cranioventrally daerah umbilikus dari dinding perut. Tubuhnya berbentuk silinder tapi dikompresi lateral. Ketika diam, penis secara perlahan, termanpatkan, dan panjang sekitar 50 cm. Lima belas sampai 20 cm terletak bebas dalam preputium. Ketika maksimal tegak, penis sampai tiga kali lebih panjang daripada saat berada dalam keadaan diam.

Gambar : Ujung kranial penis di bagian median secara in situ di kuda, aspek medial. a, penis corpus cavernosum, b, corpus spongiosum glandis, c, uretra, d, proses uretra, e, fossa glandis, f, orifice preputial eksternal, g, rongga preputial (internal), h, plica preputialis, i, preputium.

Gambar : Representasi grafis dari saluran urogenital dari kuda tersebut. a, penis, b, testis, c, ginjal, d, ureter, e, kandung kemih, f, duktus deferens, g, vesikula seminalis, h, kelenjar prostat, i, kelenjar Cowper.

Gambar : Penis kuda jantan yang diperpanjang (menonjol dari preputium), meninggalkan aspek lateral. a, glans penis, b, bagian bebas dari penis, c, lampiran lapisan tipis bagian dalam lipatan preputial ke penis, d, lapisan tipis bagian dalam lipatan preputial, e, cincin preputial, f, lamina luar lipatan preputial; g, lamina internal lipatan eksternal preputium, h, fossa glandis, i, proses uretra, k, corona glandis, l, collum glandis.
            Setelah membahas tentang alat reproduksi kuda jantan, selanjutnya akan di bahas tentang manusia. Dimana dibagi menjadi dua yakni genetalia interna pria dan genetalia eksterna pria.
Genetalia Interna Pria
a.       Testis
Testis merupakan gonad laki-laki yang dapat memproduksi sperma dan hormone reproduksi (testosterone). Testis berada di dalam scrotum dan digantung oleh spermatic cord. Testis sebelah kiri cenderung lebih rendah. Permukaan testis dilapisi oleh lapisan visceral tunika vaginalis kecuali bagian testis yang menempel dengan epididymis dan spermatic cord.  Testis mempunyai lapisan luar berupa fibrosa yang kuat yang disebut tunika albuginea. Tunika albuginea akan menebal membentuk mediastinum testis dan akan memanjang membentuk septa. Septa membatasi lobula yang berada didalam testis. Testis dibagi menjadi 200-300 lobula, yang masing-masing lobula tersebut berisi 1-3 tubula seminiferous. Setiap tubula mempunyai panjang sekitar 62 cm yang menggulung dan tersusun secara padat di dalam testis.  Bagian posterior tubula terhubung dengan plexus yang masuk ke dalam rete testis yang kemudian akan penetrasi kedalam tunika albuginea di bagian atas testis. Setelah itu menuju bagian head epididymis yang dibentuk oleh duktus eferen. Duktus eferen berfungsi untuk membentuk satu tuba yang akan membentuk body dan tail epididymis.
Vaskularisasi:
·         Arteri : berasal dari abdominal aorta yang akan bercabang menjadi arteri testicular. Arteri tersebut akan bercabang dan berhubungan dengan arteri duktus deferen.
·         Vena :   membentuk pampiniform plexus dari bagian anterior duktus deferens dan mengelilingi testis. Pampiniform plexus berfungsi sebagai thermoregulatory, yaitu penjaga temperatur testis agar konstan. Vena testicular kanan akan menuju vena kava inferior, sedangkan vena testicular kiri akan masuk ke vena renal kiri.
b.     Epididymis
Merupakan pipa halus yang berkelok-kelok, masing-masing panjangnya 6 meter, yang menghubungkan testis dan vas deferens. Epididymis adalah struktur perpanjangan dari bagian posterior testis. Duktus eferen yang berasal dari testis memindahkan sperma yang baru dibuat menuju epdidymis. Epididymis dibentuk oleh duktus epididymis yang kecil dan melilit secara padat. Saluran tersebut akan menjadi lebih kecil ketika melalui bagian atas epididymis (head of epididymis). Epididymis berfungsi sebagai tempat pematangan, penyimpanan dan sekresi.
Epididymis terbagi menjadi 3 bagian yaitu:
·         Head of epididymis : dibentuk oleh lobule yang berisi 12—14 duktus eferen.
·         Body of epididymis
·         Tail of Epididymis : bagian epididymis yang akan menuju vas deferens.

Gambar : Tubulus testis dan epididimis
c.      Ductus deferens
Merupakan perpanjangan saluran epididymis. Duktus deferens mempunyai dinding otot yang tebal dengan lumen yang halus sehingga memberikan struktur yang kuat. Dimulai dari bagian tail of epididymis yang terletak di ujung bawah testis. Merupakan komponen utama spermatic cord. Masuk ke dinding anterior abdomen melalui inguinal canal. Berakhir dengan menyatu dengan duktus vesika seminalis untuk membentuk duktus ejakulatori. Bagian ujung duktus deferens akan membesar yang disebut Ampulla.
Vaskularisasi:
·         Arteri :  berasal dari arteri vesical superior yang akhirnya akan menyatu dengan arteri testicular.
·         Vena :  berasal dari vena testicular, termasuk plexus pampiniform. Bagian ujungnya menuju vena vesicular plexus atau vena prostatic plexus.
d.     Seminal gland
Vesika seminalis mempunyai struktur memanjang yang berada diantara bagian fundus bladder dan rectum. Vesika seminalis berada di atas kelenjar prostat dan tidak menyimpan sperma. Ia hanya mensekresikan cairan kental yang bersifat alkali, kelenjar tersebut juga mengandung fruktosa (sebagai sumber energy untuk sperma) yang akan dicampurkan dengan sperma ketika melewati duktus ejakulatori dan uretra.
Vaskularisasi:
·         Arteri :  berasal dari arteri vesical inferior dan middle rectal arteries.
·         Vena :  mengiringi arteri
e.     Ejaculatory ducts
Merupakan pembuluh kecil yang berasal dari gabungan duktus vesika seminalis dan duktus deferens. Duktus ejakulatori mempunyai panjang sekitar 2,5 cm. Walaupun saluran ini melalui kelenjar prostat, namun sekresi prostat tidak bercampur dengan cairan seminal sampai duktus ejakulatori berakhir di prostatic urethra.
Vaskularisasi:
·         Arteri : arteri yang berasal dari duktus deferens
·         Vena :  bergabung dengan vena prostatic plexus dan vesical plexus
f.      Kelenjar prostat
Prostat merupakan kelenjar berbentuk piramida terbalik yang dibungkus oleh kapsul fibro-muskuler yang terletak di inferior dari kandung kemih. Berat normalnya: 18-20 gram, di dalamnya terdapat uretra pars posterior yang panjangnya 2,5 cm, ukuran prostat 3,5 cm pada potongan transversal basis dan 2,5 cm pada potongan ubulet dan antero-posterior. Jaringan penyangga prostat di bagian depan adalah ligamentum puboprostatikum dan di sebelah inferior oleh diafragma urogenital. Prostat di bagian belakang ditembus duktus ejakulotorius yang berjalan oblique sampai menembus veromontanum pada dasar uretra pars prostatika, tepat diproksimal dari sfinkter uretra eksterna.
Secara makroskopis prostat terdiri dari otot polos dan jaringan ikat, organ ini menghasilkan ubule yang memberikan bau khas pada semen.
Bagian-bagiannya :
·         Apex : bagian terbawah dari prostat, terletak kira-kira 12 cm posterior dari tepi bawah symphisis pubis.
·         Basis : bagian prostat yang terletak pada bidang ubuletal setinggi pertengahan symphisis pubis.
·         Permukaan inferolateral : bagian yang convex yang dipisahkan dari facies superior diafragma urogenital oleh plexus venosus.
·         Permukaan anterior: dipisahkan dari symphisis oleh jaringan lemak retro pubic legamentum pubo-prostatikum medialis melekat pada permukaan anterior ini.
·         Permukaan posterior : datar dan berbentuk segitiga dimana terdapat median groove, permukaan posterior ini dapat diraba dengan colok dubur.
Lobus prostat
Menurut klasifikasi dari Lowsley, prostat dibagi menjadi 5 lobos, yaitu :
-          Lobus anterior
-          Lobus posterior
-          Lobus medialis
-          Lobus lateral kanan
-          Lobus lateral kiri
Secara mikroskopis
Prostat terdiri dan 30-50 kelenjar ubule-alveolur bercabang yang mengeluarkan sekretnya kedalam uretra pars prostalika pada saat ejakulasi. Prostat dibungkus kapsul fibro-elastik yang banyak mengandung otot polos, epithel pseudo komplek atau selapis silindris sampai kuboid rendah, tergantung sekresi kelenjar, lamina basalis tipis, dibawahnya terdapat jaringan ikat dan otot polos.
Saluran prostat mengeluarkan cairan berwarna putih seperti susu dan merupakan 20% dari   keseluruhan cairan semen. Kelenjar prostat berperan dalam aktivasi sperma.
Vaskularisasi:
·   Arteri : berasal dari arteri iliac internal khususnya arteri vesical inferior, internal pudendal dan middle rectal arteries.
·     Vena :  membentuk prostatic plexus yang berasal dari vena iliac internal. Vena tersbut akan menuju vena vesical plexus.
·   Lymphe : Aliran lympe dari prostat sebagian besar dialirkan ke Inn. Iliaca interna, tetapi sebagian ada yang masuk ke Inn iliaca externa.
g.     Bulbourethral glands
Kelenjar Cowper (kelenjar bulbouretra) merupakan kelenjar kecil kira-kira sebesar kacang kapri, berwarna kuning, terletak tepat dibawah prostat. Saluran kelenjar ini panjangnya kira-kira 3 cm, dan bermuara ke dalam uretra sebelum mencapai bagian penis. Sekresi dari glandula bulbourethralis ini ditambahkan ke dalam cairan seminal. Glandula bulbourethralis mengeluarkan sedikit cairan bersifat alkali atau basa sebelum ejakulasi dengan tujuan untuk melumasi penis sehingga mudah masuk ke dalam vagina.

Gambar : Anatomi organ reproduktif pria
            Genetalia eksterna Pria.
a.     Scrotum
Scrotum adalah struktur yang tertutup oleh kulit dan merupakan tempat bergantungnya penis. Scrotum dibagi oleh septum yang terdiri dari jaringan fibrosa menjadi dua ruangan yang masing-masing berisi 1 testis, satu epididymis, dan bagian permulaan vas deferen. Scrotum berjumlah sepasang, yaitu scrotum kanan dan scrotum kiri. Di antara scrotum kanan dan scrotum kiri dibatasi oleh sekat yang berupa jaringan ikat dan otot polos (otot dartos). Otot dartos berfungsi untuk menggerakan scrotum sehingga dapat mengerut dan mengendur. Di dalam scrotum juga tedapat serat-serat otot yang berasal dari penerusan otot lurik dinding perut yang disebut otot kremaster. Otot ini bertindak sebagai pengatur suhu lingkungan testis agar kondisinya stabil. Proses pembentukan sperma (spermatogenesis) membutuhkan suhu yang stabil, yaitu beberapa derajat lebih rendah daripada suhu tubuh.
b. Penis
Penis terdiri dari akar (menempel pada dinding perut), badan (merupakan bagian tengah dari penis), dan Glands penis (ujung penis yang berbentuk seperti kerucut).
Dasar glands penis disebut korona. Pada pria yang tidak disunat (sirkumsisi), kulit depan (preputium) membentang mulai dari korona menutupi glands penis.
Badan penis terdiri dari tiga rongga yang berisi jaringan spons. Dua rongga yang terletak di bagian atas berupa jaringan spons korpus kavernosa. Satu rongga lagi berada di bagian bawah yang berupa jaringan spons korpus spongiosum yang membungkus uretra. Uretra pada penis dikelilingi oleh jaringan erektil yang rongga-rongganya banyak mengandung pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa. Bila ada suatu rangsangan, rongga tersebut akan terisi penuh oleh darah sehingga penis menjadi tegang dan mengembang (ereksi).

Gambar : Penampang melintang penis
Kedua korpus kavernosa ini diliputi oleh jaringan ikat yang disebut tunica albuginea, satu lapisan jaringan kolagen yang padat dan di luarnya ada jaringan yang kurang padat yang disebut fascia buck. Korpus kavernosa terdiri dari gelembung-gelembung yang disebut sinusoid. Dinding dalam atau endothel sangat berperan untuk bereaksi kimiawi untuk menghasilkan ereksi. Ini diperdarahi oleh arteriol yang disebut arteria helicina. Seluruh sinusoid diliputi otot polos yang disebut trabekel. Selanjutnya sinusoid berhubungan dengan venula (sistem pembuluh balik) yang mengumpulkan darah menjadi suatu pleksus vena lalu akhirnya mengalirkan darah kembali melalui vena dorsalis profunda dan kembali ke tubuh.

Gambar : Morfologi Alat Kelamin Pria


BAB III

PENUTUP


Adapun kesimpulan yang diambil dari makalah ini adalah
1.      Ikan merupakan kelompok hewan ovipar, ikan betina dan ikan jantan tidak memiliki alat kelamin luar. Ikan jantan juga mengeluarkan sperma dari testis yang disalurkan melalui saluran urogenital (saluran kemih sekaligus saluran sperma) dan keluar melalui kloaka, sehingga terjadifertilisasi di dalam air (fertilisasi eksternal). 
2.      Kelompok amfibi, misalnya katak, merupakan jenis hewan ovipar. Katak jantan dan katak betina tidak memiliki alat kelamin luar. Pembuahan katak terjadi di luar tubuh. Pada saat kawin, katak jantan dan katak betina akan melakukan ampleksus, yaitu katak jantan akan menempel pada punggung katak betina dan menekan perut katak betina.
3.      Kelompok reptil seperti kadal, ular dan kura-kura merupakan hewan-hewan yang fertilisasinya terjadi di dalam tubuh (fertilisasi internal). Umumnya reptil bersifat ovipar, namun ada juga reptil yang bersifat ovovivipar, seperti ular garter dan kadal. Reptil jantan menghasilkan sperma di dalam testis. Sperma bergerak di sepanjang saluran yang langsung berhubungan dengan testis, yaitu epididimis. Dari epididimis sperma bergerak menuju vas deferens dan berakhir di hemipenis. Hemipenis merupakan dua penis yang dihubungkan oleh satu testis yang dapat dibolak-balik seperti jari-jari pada sarung tangan karet. 
4.      Kelompok burung merupakan hewan ovipar. Walaupun kelompok buruk tidak memiliki alat kelamin luar, fertilisasi tetap terjadi di dalam tubuh. Hal ini dilakukan dengan cara saling menempelkan kloaka.
5.      Mamalia jantan dan betina memiliki alat kelamin luar, sehingga pembuahannya bersifat internal. Sebelum terjadi pembuahan internal, mamalia jantan mengawini mamalia betina dengan cara memasukkan alat kelamin jantan (penis) ke dalam liang alat kelamin betina (vagina). Testis berisi sperma, berjumlah sepasang dan terletak dalam skrotum. Sperma yang dihasilkan testis disalurkan melalui vas deferens yang bersatu dengan ureter. Pada pangkal ureter juga bermuara saluran prostat dari kelenjar prostat. Kelenjar prostat menghasilkan cairan yang merupakan media tempat hidup sperma.

DAFTAR PUSTAKA




Adhi, I Ketut. 2008. Sistem Reproduksi Vertebrata. http://gurungeblog.com /2008/10/31/sistem-reproduksi-vertebrata/. Diakses pada 18 Februari 2014 pukul 12.45 WITA.

Adimagna. 2010. Sistem Reproduksi. http://pertanian.uns.ac.id/ ~adimagna/IlmuTernak%20UnggasReproduksi.htm. Diakses pada 18 Februari 2014 pukul 12.05 WITA.

Anonim. 2008. Mengenal Ikan Baung. http://blog-terdalam.blogspot.com /2008/09/bab-ii-mengenal-ikan-baung.html. Diakses pada 18 Februari 2014 pukul 13.40 WITA.

Dwinusa, Kartika Sari. 2013. Anatomi Kadal. http://kartikadwinusa. blogspot.com/2013/04/anatomi-kadal.html. Diakses pada 18 Februari 2014 pukul 12.55 WITA.

Kuhnel, Susanne dkk. 2010. Evolutionary reproductive morphology of amphibians. Bonn zollogical bulletin vol. 57 pp. 119-126. Institut für Spezielle Zoologie und Evolutionsbiologie mit Phyletischem Museum. Jerman.

Lopes, dkk. 2004. Male reproductive system in the South American catfish Conorhynchus conirostris. Journal of Fish Biology (2004) 64, 1419–1424. http://www.blackwell-synergy.com.

Radira. 2011. Organ dalam Tubuh Katak Asli. http://radirablog. blogspot.com/2011/04/organ-dalam-tubuh-katak-asli-dan-sistem.html. Diakses pada 18 Februari 2014 pukul 12.25 WITA.

Regina, Patty. 2009. Sistem Reproduksi pada Ikan. http://patology. wordpress.com/category/biology/. Diakses pada 18 Februari 2014 pukul 12.30 WITA.

Ritchisong. 2010. Avian Reproduction : Anatomy and the Bird Egg. http://people.eku.edu/ritchisong/avianreproduction.html. Diakses pada 18 Februari 2014 pukul 12.50 WITA.

Schuamer, James. 2013. Equine Medicine, Surgery, and Reproduction Second Edition. Sunders elsvier.

Trisnadewi. 2011. Anatomi Fisiologi Sistem Reproduksi. http://nanatrisna. blogspot.com/2011/11/anatomi-fisiologi-sistem-reproduksi.html. Diakses pada 18 Februari 2014 pukul 12.37 WITA.

Wikivet. 2014. Penis-Anatomy and Fisiology. http://en.wikivet.net/Penis_-_Anatomy_%26_Physiology. Diakses pada 18 Februari 2014 pukul 12.37 WITA.


Ziegler, Thomas and Sven Olbort. 2007. Genital Structure and Sex Identification in Crocodiles. Crocodile Specialist Group Newsletter 26 (3) : 16-17. AG Zoologischer Garten Koln, Jerman.

 
tag