Secara administratif, pulau Barrang Lompo termasuk
wilayah kecamatan Ujung Tanah, dan berada di zona II Kepulauan Spermonde
yang berjarak 12, 77 km dari kota Makassar. Pulau berbentuk bulat dengan
luas 19, 23 ha. Jumlah penduduk mencapai 3, 563 jiwa dari 800
KK yang terkonsentrasi pada sisi Timur, Selatan, dan Barat pulau.
Mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan, dan pedagang. Bentuk
topografi terumbu berupa reef
flat dengan kedalaman terumbu antara
1 sampai 17 meter (Sumartjitho, 2011).
Showing posts with label CINTA KARANG. Show all posts
Showing posts with label CINTA KARANG. Show all posts
Sunday, February 24, 2019
Thursday, February 9, 2017
Regulasi Perlindungan Karang di Tingkat Daerah
Dalam mengatur tetang
konservasi perairan di Indonesia utamanya menyangkut terumbu karang tidak cukup
hanya dengan peraturan dalam skala internasional dan nasional saja. Hal ini
disebabkan negara Indonesia sangat luas dan mengingat keadaan geografis negara
Indonesia yang berupa kepulauan menyebabkan pemerintahan pusat sulit mengkoordinasi
pemerintahan daerah sehingga diperlukan adanya peraturan daerah. Peraturan
daerah ini muncul akibat adanya otonomi daerah. Otonomi daerah membuat tiap
daerah berhak dan mempunyai wewenang dalam mengatur dan mengurus sendiri urusan
pemerintahnya dan kepentingan masyarakat setempat melalui penetapan peraturan
daerah.
Friday, May 18, 2012
TERUMBU KARANG & PULAU SAUGI
Indonesia Memiliki areal
Terumbu Karang yang luas, diperkirakan sekitar 14% dari luasan terumbu karang
di dunia atau diperkirakan seluas 51% dari terumbu karang yang ada di Asia
Tenggara. Kondisi tersebut mengakibatkan penduduk Indonesia bergantung
sepenuhnya pada ekosistem terumbu karang sebagai sumber pencaharian.
Ekosistem terumbu karang
adalah ekosistem yang mengandung sumber daya alam yang dapat memberi manfaat
besar bagi manusia. Untuk itu diperlukan kearifan manusia untuk mengelolanya,
yang bisa menjadikan sumber daya alam ini menjamin kesejahteraan manusia
sepanjang zaman. Pengelolaan terumbu karang harus berbasis pada keterlibatan
masyarakat, sebagai pengguna langsung sumber daya laut ini. Keterlibatan
masyarakat dalam pengelolaan sumber daya terumbu karang sangat penting mulai
dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, pemantauan sampai pada tahap evaluasi
dari suatu cara pengeloaan.
Gambaran umum tentang
keadaan negara Indonesia memiliki kesamaan dengan salah satu provinsi di
Sulawesi Selatan yakni Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Kabupaten Pangkajene
dan Kepulauan (Pangkep) adalah salah satu kabupaten yang terletak di utara kota
Makassar, dicirikan dengan wilayah perairannya lebih luas dibandingkan
daratannya dengan perbandingan 1 berbanding 17. Kabupaten Pangkep memiliki 117
pulau dan hanya kurang lebih 90 diantara yang berpenghuni dengan jumlah
penduduk 51.496 jiwa, terbagi dalam 3 kecamatan yaitu Kecamatan Tuppabiring,
Kecamatan Liukang Kalmas dan Liukang Tangayya dan 7 kecamatan wilayah pesisir.
Luas laut Kabupaten Pangkep 71.100 km2 dengan luas terumbu karang 36.000 km2
dengan mayoritas pekerjaan masyarakat adalah sebagai nelayan.
Salah satu pulau di
Kabupaten Pangkep adalah Pulau Saugi yang termasuk dalam wilayah administrasi
Desa Mattiro Baji Kecamatan Liukang Tupabbiring. Penduduk di Pulau ini
sepenuhnya menggantungkan hidup pada sumber daya yang ada di laut. Kondisi perairannya
termasuk dalam zona pinggir sehingga massa air lebih banyak dipengaruhi oleh
daratan utama, terutama sedimentasi dan salinitas. Pada musim penghujan, peristiwa
sedimentasi dan kekeruhan yang tinggi terjadi sehingga mempengaruhi kehidupan
terumbu karang. Terumbu karang sangat mudah
terpengaruh oleh kondisi lingkungan sekitarnya baik secara fisik juga biologis.
Akan tetapi, tekanan terhadap keberadaan terumbu karang paling banyak diakibatkan
oleh kegiatan manusia. Dengan demikian diperlukan kesadaran masyarakat tentang
pentingnya keberadaan terumbu karang yang ada di pulau tersebut.
Monday, October 31, 2011
LOMBA CINTA LAUT INDONESIA

12 Oktober 2011, di ruang pola Kantor Bupati Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan diadakan “Lomba Cinta Laut Indonesia” yang diadakan oleh CRITC-COREMAP II LIPI. Lomba ini menuntut para siswa agar membuat suatu produk yang dapat membuat orang-orang cinta kepada laut. Produk itu bisa berupa permainan, mading, poster, ataupun masakan.
Lomba ini untuk tingkat SD, SMP dan SMA tiap sekolah mengutus timnya yang terdiri dari 3 orang siswa. Sekolahku SMAN 2 Pangkajene juga turut serta didalamnya. SMAN 2 Pangkajene mengutus Saya (Risky Nurhikmayani) dan dua orang teman saya yaitu Noer Ied Faiz Ichsan Zakaria (Ade) dan Ali Bin Abi Thalib (Ali).
Di lomba ini kami membuat poster yang berjudul “Lautku Bersih, Karangku Sehat, Ikan Berlimpah karena PANGKEP ber-Sahabat”. Kami membuat poster karena poster merupakan media yang paling sering kita jumpai di tempat-tempat umum selain itu poster mempunyai gambar yang unik dan kata-kata yang sederhana tapi mampu untuk membuat kita terpengaruh dengan ajakannya.

Maksud dari kata-kata di poster kami adalah dengan bersihnya laut maka terumbu karang juga sehat hal ini dikarenakan terumbu karang hidup pada perairan dangkal dengan kondisi perairan yang jernih. Untuk mendukung kondisi perairan yang jernih berarti laut harus bersih agar karang sehat. Karang yang sehat akan menyebabkan ikan menjadi berlimpah karena terumbu karang merupakan habitat bagi biota laut terutama ikan. Dengan sehatnya karang maka ikan-pun melimpah, ikan yang melimpah akan menjadikan masyarakat sejahtera terutama masyarakat Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan karena Pangkep merupakan kabupaten kepulauan yang luas lautannya lebih luas daripada daratannya sehingga sebagian besar masyarakat menggantunggan hidupnya dari hasil laut. Sehingga ikan yang berlimpah maka masyarakat-pun sejahtera. Hal ini bisa terjadi jika kita mau bersahabat dengan laut, karang dan ikan dengan cara tidak mencemari laut dengan tidak membuang sampah ke laut, menjadi nelayan yang baik yang tidak menggunakan bom, potassium dan pukat harimau yang dapat menghancurkan karang dilaut, serta ikut mensosialisasikan kepada masyarakat luas akan pentingnya menjaga terumbu karang kita.
Pada lomba ini kami menjadi juara 2 untuk tingkat SMA. Adapun juara 1 untuk tingkat SMA adalah sekolah pesisir Labakkang yang membuat produk berupa “Bandeng Presto” dan Puding Rumput Laut. Di Pangkep Bandeng merupakan ikan yang paling banyak dijumpai dan merupakan kebanggaan masyarakat Pangkep, Ikan Bandeng di Pangkep biasanya disebut dengan ikan bolu. Bandeng Presto merupakan menu andalan buatan sekolah pesisir Labakkang, bahkan “Bandeng
Presto” mereka sudah dikenal masyarakat umum. Dan Juara 3 untuk tingkat SMA adalah SMAN 1 Pangkajene yang mempersentasekan mading mereka yang berisikan kegiatan penanaman “Mangrove” yang dilakukan oleh sekolah mereka.
Demikianlah kegiatan yang kami lakukan pada tanggal 12 Oktober 2011.
“CINTAILAH LAUT KITA LAUT INDONESIA”
Monday, October 17, 2011
Jalan-Jalan ke Pulau Saugi

Udah lama nggak nulis karena lagi sibuk-sibuknya belajar. Maklum menjelang ujian. Tapi sewaktu liburan dua bulan yang lalu saya sempat jalan-jalan ke Pulau Saugi Desa Mattiro Baji Kecamatan Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.
Gambar disamping adalah kondisi terumbu karang di Pulau Saugi.
Keadaan terumbu karang di Pulau Saugi masih dalam kondisi baik. Faktor penyebabnya adalah nelayan di pulau tersebut hanya menggunakan alat-alat tradisional sebagai alat untuk menangkap ikan.
Perkembangan teknologi penangkapan ikan sudah berkembang secara pesat bahkan pengunaan bius dan bom menjadi cara penangkapan yang marak digunakan di daerah lain. Uniknya, nelayan di pulau ini jarang bahkan tidak ada yang menggunakan bom, bius (pukat harimau), dan jaring traul. Nelayan pada umumnya menggunakan lepa-lepa dan kapal biasa dengan alat tangkap dogol (traul kecil yang dikenal dengan istilah dogol). Sebagian nelayan juga masih menggunakan alat tradisional yaitu jaring, pancing rawe, dan bubuh kepiting.
Di Pulau Saugi masyarakat dan para nelayan sangat menjaga dan melindungi secara protektif terumbu karang yang terdapat di wilayah sekitarnya. Rata-rata tingkat pemahaman masyarakat tentang harus diadakannya perlindungan dan pelestarian terhadap terumbu karang sudah baik, tingkat kesadaran untuk melindungi terumbu karang pun sangat tinggi sehingga terumbu karang di Pulau Saugi tetap terjaga kelestariannya. Selain itu juga telah ada alur penangkapan yang telah ditentukan. Sehingga alat tradisional yang biasanya dipakai nelayan Pulau Saugi yang mengangkut semua biota laut tidak lagi terjadi karena telah memiliki jalur tersendiri.
Saturday, December 18, 2010
Si Umbu di Sekolah

Si Umbu di sekolah???
Pasti kita berpikir, ngapain si Umbu di sekolah. Maksudnya adalah si Umbu (Terumbu Karang) juga dipelajari di sekolahan walaupun hanya kulit luarnya saja, hanya sekedar tahu.
Si Umbu di pelajari di mata pelajaran Biologi kelas X tentang biosistematik, dalam sistem klasifikasi hewan invertebrata.
Terumbu karang termasuk ke dalam phlylum "coelentrata" atau disebut juga hewan bertubuh rongga, kelas Anthozoa.
Coelenterata terutama kelas Anthozoa yaitu koral atau karang merupakan komponen utama pembentuk ekosistem terumbu karang.Ekosistem terumbu karang merupakan tempat hidup beragam jenis hewan dan ganggang.Keanekaragaman organisme terumbu karang yang paling tinggi terdapat di Asia Tenggara, dari Filipina dan Indonesia hingga ke Great Barier Reef di Australia.Dua puluh lima persen ikan yang dikonsumsi manusia juga hidup pada ekosistem ini.Selain itu, terumbu karang sanga indah sehingga dapat di jadikan objek wisata. Karang di pantai sangat bermanfaat sebagai penahan ombak untuk mencengah pengikisan pantai.
Koral mempunyai peranan yaitu:
1. Melindungi pantai terhadap hempasan ombak sehingga mengurangi abrasi pantai.
2. Dapat dibuat menjadi perhiasan karena memiliki warna yang menarik.
3. Sebagai daya tarik wisata bahari,contohnya: Taman Bunaken.
4. Digunakan sebagai bahan baku pembuatan landasan pesawat terbang.
5. Dapat dijadikan bahan obat-obatan,karena coelenterata menghasilkan senyawa bioaktif.
6. Dapat digunakan sebagai bahan makanan, contoh: ubur-ubur.
7. Terumbu karang juga berfungsi sebagai tempat berkembang biak ikan-ikan laut dan tempat
berlindung satwa laut lainnya
Demikian sekilas tentang si Umbu yang di pelajari di sekolah, mungkin info ini cuma merupakan dasarnya saja.
Tapi yang asti dilihat dari peranan si Umbu, si Umbu sangat penting untuk hidup kita di masa depan.
SAVE OUR CORAL, UNTUK MASA DEPAN KITA!
SALAMAKKANKI KARANGTA, PUNNA TEAI SASSALAKKI KALENGTA AMMUKO
Monday, November 15, 2010
Pengalaman berharga di Acara Grand Final KIM 5

Ada pengalaman yang ingin selalu kukenang dalam hidupku…………
Oleh karena pengalaman ini merupakan pengalaman yang paling berharga bagiku makanya aku ingin membaginya dan menyimpannya agar nantinya aku tidak akan melupakan pengalaman ini.
Sabtu, 6 November 2010, Saatnya Acara Grand Final KIM 5 yang diadakan di WTC Mangga 2. Di Acara ini para finalis KIM 5 yang berasal dari SMAN 4 Denpasar (Bali), SMAN 1 Wangi-Wangi (Wakatobi), dan SMAN 11 Makassar (Sulawesi Selatan) akan mempresentasikan hasil penelitian mereka.Para finalis ini merupakan tiga terbaik dari 114 makalah dan melaju ke babak final di Jakarta. Acara ini juga dirangkai dengan pembacaan hasil lomba blog yang diadakan oleh FORKOM MATA BUKA (Forum Komunikasi Masyarakat Pecinta Terumbu Karang).
Acara ini berlangsung dari pukul 13.00 sampai pukul 18.00 WIB.
Presentasi para finalis sangat memukau. Penampilan pertama dari SMA 11 Makassar, mereka menunjukkan suatu perkenalan berupa pantun yang berbahasa Makassar, sangat menarik. Yang Kedua, adalah SMA 2 Wangi-Wangi, mereka pun tak kalah hebatnya, walaupun saat mereka presentasi terjadi kesalahan teknis (Yakni kabel penghubungnya lepas, sehingga LCD-nya mati) tapi mereka tetap tenang dan melanjutkan presentasinya. Lalu, Penampilan yang ketiga dari SMA 4 Denpasar. Penampilan mereka sangat memukau, pembukaan mereka berupa tarian dan penilitian mereka sangat sangat bagus.
Setelah presentasi ketiga finalis selesai. Para panelis (juri), berdiskusi untuk memutuskan siapa pemenangnya. Panelis ini merupakan panelis yang terkenal yakni : Zivanna L. Siregar (Putri Indonesia 2008), Vivi Virgyanti Kusumah (Presenter Acara Mata Angin), Zulvicar Mochtar (Ahli Kelautan), Mikael Prastowo (Perwakilan LSM Kelautan)..Akhirnya, Panelis membacakan keputusannya.
Juara pertama KIM 5 dari SMAN 4 Denpasar dengan judul makalah “Analisis Korelasi Peranan Masyarakat dan Wisatawan Terhadap Kelestarian Ekosistem Terumbu Karang di Desa Pemuteran”
Juara kedua KIM 5 dari SMAN 11 Makassar dengan judul makalah “Potensi Pulau Gusung Sebagai Kawasan Wisata Bahari Berbasis Pendidikan di Kota Makassar”
Juara ketiga KIM 5 dari SMAN 1 Wangi-Wangi dengan judul makalah “Pengaruh Pengelolaan Objek Wisata Pulau Hoga Terhadap Kelestarian Ekosistem Terumbu Karang dan Peningkatan Pendapatan Perkapita Masyarakat Desa Ambeua Raya Kecamatan Kaledupa”
Pemenang pertama Nama : I Gede Putu Darma (Jumlah Nilai : 95) Asal : Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) - Jakarta
Pemenang kedua Nama : Wendy Ahmad (Jumlah Nilai : 87) Asal : Universitas Indonesia (UI) - Jakarta
Dan pemenang ketiga adalah…hehehe….saya sendiri, Nama : Risky Nurhikmayani (Jumlah Nilai : 83) Asal :SMA Negeri 2 Pangkajene – Pangkep.
Dewan Juri untuk lomba blog adalah :
1. Prakoso Bhairawa Putera (Peneliti Muda LIPI dan Blogger)
2. Estradivari (UNESCO)
3. Irayani Queency (Penulis dan Blogger)
4. Juri Tamu : Drs. Del Afriadi, M. BioMed
Lalu presenter terbaik jatuh kepada Muhammad Fidaus dari SMA 2 Pangkejene, Pangkep, Selawesi Selatan.
Dan presenter terfavorit jatuh kepada Gebi dari SMA 11 Makassar.
Itulah pengalaman yang tak ingin aku lupakan untuk selamanya.
Friday, November 5, 2010
Sehari di LIPI bersama para Blogger Muda
Tanggal 5 November 2010, di gedung LIPI, Jakarta Pusat diadakan lomba blogger muda. Perkiraan saya pada waktu pagi hari sebelum ke tempat kegiatan ini, saya berpikir pasti sebentar bakal bosenin banget....Tapi ternyata diluar dugaanku loh! Ngikutin Kegiatan Forkom dengan judul "Selamatkan Terumbu Karang, Sekarang! Waktunya Blogger Muda Indonesia Berkiprah" seruu banget.
Mengapa seru?
Yang pertama melalui kegiatan ini, saya lebih akrab lagi dengan para peserta dan finalis KIM 5. Sebenanya waktu tanggal 3 November juga sempat bertemu bersama dalam kegiatan yang berbeda tapi tetap merupakan kegiatan yang berhubungan dengan terumbu karang. Tapi dengan kegiatan hari ini saya bisa lebih akrab lagi dengan mereka.
Yang kedua kami diajarkan agar karya tulis kami jangan hanya sebuah kertas saja yang tidak akan ada gunanya apabila tidak dipublikasikan, dan salah satu cara yang termudah untuk mempublikasikannya memalui blog karena dapat diakses dimana-mana.
Yang ketiga, kami diajarkan berpresentase lewat blog. Yang pastinya ilmu ini takkan kami peroleh di sekolah. Tapi dengan kegiatan ini saya dan teman-teman saya mengetahui bahwa ternya kita juga bisa presentase lewat blog, bukan cuman lewat powerpoint atau makromedia.
Yang keempat, berkat kegiatan ini membat saya tidak grogi lagi untuk berbicara di depan umum. Padahal, sebelumnya setiap saya mau presentase....dada saya pasti "DAG...DIG...DUG" nggak karuan gitu.
Yang kelima, hal ini membuat saya senang dan bingung. Senang karena kami diminta untuk menjadi kordinator "Blogger Muda KIM 5". Sebuah kebanggaan tersendiri dong. Dan bingung karena setelah ditunjuk sebagai kordinator "Blogger Muda KIM 5" tentu saja kami harus meluanggan waktu untuk membuat blog.
Lalu yang keenam adalah hal yang mungkin yang nggak akan saya lupa, yakni menonton para peserta serta para panitia goyang poco-poco dengan lagu cinta satu malam.
Demikian sehari di LIPI bersama para Blogger Muda.....
Satu hal yang perlu digaris bawahi bahwa ngikutin kegiatan macam ini amat seru dan nyenengin.
Thursday, November 4, 2010
Yuk! berkenalan dengan si Umbu
Mari kita mengenal kehidupan si Umbu (terumbu karang) karena tanpa mengenalnya maka kita takkan bisa menyayanginya, seperti kata pepatah tak kenal maka tak sayang. Jadi mari kita kenali apa sih terumbu karang itu?
Menurut Suharsono (1996) karang termasuk binatang yang mempunyai sengat atau lebih dikenal sebagai cnida (cnida=jelata) yang dapat menghasilkan kerangka kapur didalam jaringan tubuhnya. Karang hidup berkoloni atau sendiri, tetapi hampir semua karang hermatipik hidup berkoloni dengan berbagai individu hewan karang atau polyp (Nybakken, 1992)
Terdapat beberapa jenis terumbu karang antara lain
1. Terumbu karang tepi ( fringing reefs )
Terumbu karang tepi atau karang penerus berkembang di mayoritas pesisir pantai dari pulau-pulau besar. Perkembangannya bisa mencapai kedalaman 40 meter dengan pertumbuhan ke atas dan ke arah luar menuju laut lepas.
2. Terumbu karang penghalang ( barrier reefs )
Terumbu karang ini terletak pada jarak yang relatif jauh dari pulau, sekitar 0.52 km ke arah laut lepas dengan dibatasi oleh perairan berkedalaman hingga 75 meter. Terkadang membentuk lagoon (kolom air) atau celah perairan yang lebarnya mencapai puluhan kilometer.
3. Terumbu karang cincin ( atolls )
Terumbu karang yang berbentuk cincin yang mengelilingi batas dari pulau-pulau vulkanik yang tenggelam sehingga tidak terdapat perbatasan dengan daratan. Menurut Darwin, terumbu karang cincin merupakan proses lanjutan dari terumbu karang penghalang, dengan kedalaman rata-rata 45 meter. Contoh: Taka Bone Rate (Sulawesi), Maratua (Kalimantan Selatan), Pulau Dana (NTT), Mapia (Papua)
4. Terumbu karang datar/Gosong terumbu ( patch reefs )
Gosong terumbu (patch reefs), terkadang disebut juga sebagai pulau datar (flat island). Terumbu ini tumbuh dari bawah ke atas sampai ke permukaan dan, dalam kurun waktu geologis, membantu pembentukan pulau datar.
Terumbu karang hanya dapat hidup pada suhu yang terbatas. Suhu optimum 25o-30o c. Suhu tersebut sangat berpengaruh terhadap kehidupan karang, hal ini disebabkan karena kebanyakan karang akan kehilangan kemampuannya menangkap makanan pada suhu diatas 33,5oc dan dibawah 16o c (Mayor, 1918 in Supriyono,2000) .Pengaruh suhu terhadap karang tidak saja yang ekstrim maksimum dan minimum saja, namun perubahan mendadak dari suhu alami sekitar 4 0C – 6 0C dibawah atau diatas ambient dapat mengurangi pertumbuhan karang bahkan mematikannya.
Selain suhu, terumbu karang juga membutuhkan perairan dangkal dan bersih yang dapat ditembus cahaya matahari yang digunakan oleh zooxanthellae untuk ber-fotosintesis. Pertumbuhan karang pembentuk terumbu pada kedalaman 18 - 29 m sangat lambat tetapi masih ditemukan hingga kedalaman lebih dari 90 m. Karang memerlukan salinitas yang tinggi untuk tumbuh, oleh karena itu, di sekitar mulut sungai atau pantai atau sekitar pemukiman penduduk akan lambat karena karang membutuhkan perairan yang kadar garamnya sesuai untuk hidup.
Sekian sedikit informasi tentang terumbu karang, semoga dengan informasi ini kita dapat lebih mengetahui apa itu karang?.
MENGAPA SIH TERUMBU KARANG PERLU DI JAGA???
Mengapa sih terumbu karang perlu di jaga???-Pertanyaan seperti ini mungkin kadangkala melintas dipikiran kita. Apa yang menyebabkan sehingga terumbu karang harus dijaga dan dilestarikan??? Kami kan tidak tinggal di daerah pesisir jadi untuk apa kami menjaga ekosistem terumbu karang???
Mengapa sih terumbu karang perlu dijaga???? Terumbu karang perlu dijaga agar ekosistem terumbu karang tidak rusak, terumbu karang merupakan habitat utama dari ikan di laut, selain padang lamun dan Mangrove. Sebagai rumahnya ikan, terumbu karang tentu saja merupakan komponen utama bagi lestarinya kehidupan ikan, tampa terumbu karang ikan-ikan akan berkurang hal ini disebabkan karena ikan tidak memiliki tempat untuk tinggal, mencari makan maupun sebagai tempat pemijahan. Sehingga terumbu karang perlu dijaga agar lestari sehingga menjadikan ikan berlimpah, hal ini tentu akan menguntungkan bagi para nelayan. Dan juga karena terumbu karang dapat mencegah terjadinya “Global Warming”, Mengapa? Karena terumbu karang umumnya seperti tumbuhan, hal ini karena terumbu karang memiliki alga, yang mana alga ini melangsungkan proses fotosintesis, seperti halnya tumbuhan, alga mengambil CO2 dari lingkungan lalu mengeluarkan O2 sehingga mengurangi terjadinya efek rumah kaca.
Apa yang menyebabkan sehingga terumbu karang harus dijaga dan dilestarikan???Terumbu karang perlu dilestarikan agar terumbu karang tidak rusak, karena terumbu karang memiliki banyak sekali manfaat bagi kehidupan manusia. Seperti menyediaakan ikan bagi nelayan karena terumbu karang merupakan rumah bagi ikan, mengurangi karbon oksida di lingkugan sehingga mebantu dalam mencegah tejadinya global warming, mencegah terjadinya abrasi pantai, di jadikan sebegai salah satu modal wsata bahari dan juga ketika terjadi bencana seperti tsunami, terumbu karang dapat menahan ombak.Terumbu karang memiliki banyak sekali manfaat bagi kehidupan manusia sehingga perlu untuk dijaga dan dilestarikan.
Kami kan tidak tinggal di daerah pesisir jadi untuk apa kami menjaga ekosistem terumbu karang??? Walaupun tidak tinggal didaerah pesisir tapi kita juga memerlukan ikan, ikan ini asalnya dari pesisir…..Jika ekosistem terumbu karang rusak, paka para nelayan akan kesulitan mendapatkan ikan, hal ini akan berdampak pada melonjaknya harga ikan, hal ini akan membuat para ibu rumah tangga semakin sulit untuk mengatur keuangan akibat melonjaknya harga. Sehingga walaupun kita tidak tinggal didaerah pesisir tapi kita sangat bergantung kepada apa yang dihasilkan dari laut. Jadi, kehidupan kita tidak lepas dari ekosistem pesisir.
Intinya kita harus menjaga ekosistem terumbu karang agar
Karya Tulis n’ Makalah?! Emang beda???
“Apa sih itu Karya Tulis?? Emangnya beda ama “Makalah” yang selama ini kita buat di sekolah??”
Hal itulah yang pertama kali tersirat dibenakku ketika aku ingin mengikuti KIM 5 (Kontes Inovator Muda). Pertama kalinya bagiku membuat karya tulis ketika ingin mengikuti KIM 5 di daerahku yakni Pangkep. Membuat karya tulis ternyanyata beda banget dengan membuat makalah. Dalam membuat karya tulis harus ada abstraknya,pengumpulan data, analisis data, dan lain-lain. Untuk menyelesaikan Karya tulis ini, saya dan rekan seperjuanganku (Achmad Syahied & Muhammad Firdaus) membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk nyeleseinnya. Padahal kalau hanya membuat makalah sih bisa pake SKS ( Sistem Kebut Semalam),hehehe…. Kan tinggal copy paste dari Internet trus edit-edit dikit…lalu jadi deh.
Selama pembuatan Karya tulis ini, karena saya nggak tinggal di Asrama Sekolah (SMAN 2 Pangkajene) (hehehe…beda ama kedua rekan seperjuanganku mereka tinggal asrama), maka setelah pulang sekolah (14:30) saya bersama rekanku harus mengerjakannya tiap sore sampe pukul 17:30, lalu abis itu pulang ke rumah dan malamnya lagi sehabis sholat isya (19:45) saya pergi lagi ke sekolah sampe pukul 23:00. Ribet juga sih mesti PP terus tiap hari, tapi kalau hal ini nggak dilakukan maka karya ilmiah kami nggak akan mungkin bisa selesai. Padahal saat itu kami juga memiliki segudang tugas sekolah, ekskul, dan jadwal ulangan yang sudah menanti. Hal ini membuat kami harus pandai mengatur waktu agar Karya Ilmiah kami selesai dan nilai-nilai sekolah kami juga bagus.
“Usaha yang sungguh-sungguh akan menghasilkan sesuatu yang memuaskan”
Mungkin kalimat di atas mewakili kerja kami selama ini. Hasil dari kerja kami ternyata membuahkan hasil yang bagus, kami bisa menjadi juara 1 di Pangkep dalam KIM 5.Sehingga kami berkesempatan untuk menjadi peserta KIM 5 di Jakarta. Yah, walaupun sebenarnya impian kami belum terwujud untuk dapat menjadi salah satu finalis, tapi saya senang menjadi peserta KIM 5 di Jakarta. Soalnya di sana saya mendapat teman baru, ada dari Selayar, Jayapura, Wakatobi, Biak, Makassar, Denpasar, dan Maumere. Orangnya seru dan fun abiz, saya kagum dengan mereka semua, mereka semua adalah yang terbaik dari daerahnya dan wawasan mereka sangat luas serta mereka PD abiz,,,
Kalau disuruh berkomentar tentang KIM 5…..satu hal yang ingin kukatakan adalah “SEEERUUU!”
Dan jika bisa membuat suatu permohonan maka permohonanku, “Saya harap saya bisa ikut lagi dalam acara KIM lagi….”
Wednesday, November 3, 2010
Istanaku yang terkoyak
Goresan pena oleh: Indira Saraswati
Aku
Dahulu warnaku indah,
Dahulu aku punya sahabat dari ikan yang singgah ke tubuhku,
Tapi kini layaknya perahu yang hanya melintasiku
Sahabatkupun kini seperti itu.
Tak lagi memandangku,tak lagi singgah pada tubuhku
Karna kini…………..,
Aku hitam,aku suram aku gelap
Aku bukan lagi tempat mereka hidup
Bahkan ketika mereka melintasiku,aku malu,oleh warna-warni mereka yang indah.
Dahulu aku di anggap istana oleh para sahabatku
Tapi kini,aku tak lebih dari sebuah karang yang telah mati.
Ingin rasanya aku teriak hingga batinku puas,
Ingin rasanya aku caci maki kalian
Bahkan aku ingin balas dendam pada kalian.
Ah,tapi sudalah
Apapun yang kulakukan takkan berarti apapun pada kalian
Karena aku hanya karang
Tempat kau lempar pukatmu
Dan kelak ketika aku semua musnah
Yang berarti takkan ada lagi ikan
Karena tak punya tempat tinggal
Tak ada agi kehidupan di laut
Dan ketika anak/cucu kalian kelaparan,
atau kalian tak punya pekerjaan karena tak ada lagi hasil laut,
aku akan tertawa….
Jangan salahkan aku,
Karena kalianlah yang menyebabkan ini
Manusia beradap yang tak punya perasaan.
NB : Puisi ini menjadi juara III di “Festival Pantai dan Pesisir” yang diadakan di Ma’cini baji, Labbakang, Pangkep, Sulawesi Selatan.
Kondisi Terumbu karang di kabupaten Pangkep.
Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) terletak di Provinsi Sulawesi Selatan. Sesuai dengan namanya… Pangkep ini terdiri dari banyak kepulauan. Pulau-pulau yang ada di Kabupaten Pangkep antara lain Pulau Balang Lompo…Pulau Balang Caddi’…Pulau Salemo…Pulau Sabutung… Pulau Saugi….Pulau Kulambing….Pulau Kapoposang….dan masih banyak lagi. Sebagai kabupaten yang terdiri dari pulau-pulau maka kehidupan para penduduk Pangkep yang tinggal di Pulau-pulau disekitar Pangkajene sangat bergantung kepada laut. Ketergantungan ini tentu saja berhubungan dengan mata pencaharian penduduk di pulau-pulau sebagai nelayan.
Perlu kita ketahui bahwa habitat ikan itu adalah di sekitar ekosistem terumbu karang. Dengan sehatnya terumbu karang maka ikan-ikan akan berlimpah. Hal ini akan membuat nelayan menjadi sejahtera. Sehingga kehidupan masyarakat Pangkep khususnya yang di pulau-pulau sangat bergantung kepada kelestarian terumbu karang.
Dibeberapa pulau di Pangkajene kondisi terumbu karangnnya cukup mengkhawatirkan namun ada pula yang kondisi terumbu karangnya cukup sehat. Ketika saya masih kelas 1 SMA, diadakan study tour ke Pulau Balang Lompo, karena kebetulan salah satu teman saya berasal dari pulau itu. Disana kami mencari biota-biota laut di sekitar pesisir pantai. Disekitar tempat saya mencari biota laut, saya menemukan beberapa karang yang sudah mati. Walaupun begitu tapi kami banyak menemukan biota laut seperti bintang laut, ikan kecil, dan ubur-ubur. Yang menyebabkan matinya karang disekitar tempat itu mungkin akibat sampah-sampah domestic ataupun sampah rumah tangga yang bertebaran di sekitar pesisir itu. Dan juga karena di pulau masih kurang yang memiliki tempat Mandi Cuci Kakus (MCK) sehingga mereka membuang tinja di laut, alhasil ketika kami mencari biota laut, salah satu teman saya sempat menemukan tinja yang mengapung di atas laut, Mungkin ini juga salah satu hal yang menyebabkan matinya terumbu karang di sekitar daerah itu.
Tapi, ternyata di bagian lain dari pulau Balang Lompo memiliki banyak sekali terumbu karang yang sehat. Menurut kabar yang saya dengar kondisi terumbu karang di Pulau ini sudah membaik semenjak Pulau ini dijadikan salah satu daerah asuhan COREMAP. Hal ini menandakan bahwa kasadaran masyarakat pesisir akan pentingnya terumbu karang sehat semakin meningkat.
Tapi, belakangan ini saya mendengar bahwa Pangkep mengalami suatu masalah dimana smakin banyaknya karang yang mengalami bleaching…..Hal ini berarti kita harus lebih meningkatkan upaya kita untuk menghindarkan karang dari peristiwa bleaching. Tapi sebenarnya kondisi ini bukan hanya terjadi di Pangkep tapi juga mengancam seluruh ekosistem terumbu karang di seluruh dunia karena kondisi global kita yang tidak memungkinkan lagi, Mengapa saya berkata demikian??? Sebab sekarang ini, bumi kita mengalami “Global Warming”, Hal ini akan menyebakan meningkatnya suhu air laut akibat menigkatnya suhu bumi akibat efek rumah kaca. Hal penting yang perlu kita tahu bahwa ada organisme lain yang menunjang kehidupan karang yakni alga yang disebut dengan alga Zooxanthella , dimana alga ini sangat sensitive terhadap terjadinya perubahan suhu air laut. Apabila terjadi peningkatan suhu air laut yang cukup tinggi maka akan membuat alga ini meninggalkan karang inangnya sehingga terjadilah hal yang kita kenal sebagai pemutihan karang (bleaching).
Sehingga apabila kita ingin menjaga kelestarian ekosistem terumbu karang maka kita juga harus melindungi bumi kita dari “Global Warming”. Jagalah bumi kita demi generasi yang akan datang, kasihan mereka jika yang kita wariskan kepada mereka hanyalah karusakan alam. Indonesia dikenal dengan Sumber daya alamnya yang berlimpah. Jangan biarkan hal itu hilang dari Indonesia.
Subscribe to:
Comments (Atom)
Review Hadalabo Gokujyun Ultimate Moisturizing Lotion
Kali ini saya mau review hadalabo gokujyun ultimate moisturizing lotion untuk kulit kering dan normal. Hasil review ini setelah pemakaian 2 ...
-
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tanah merupakan lingkungan yang kompleks yang menawarkan berbagai habitat mikro. Sehingga k...
-
Kali ini saya mau review hadalabo gokujyun ultimate moisturizing lotion untuk kulit kering dan normal. Hasil review ini setelah pemakaian 2 ...
-
LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA PERCOBAAN III REAKSI UJI PROTEIN NAMA : RISKY NURHIKMAYANI NIM ...
