Pages

Saturday, April 13, 2013

MAKALAH PENYAJIAN LISAN


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

            Dalam menampilkan sebuah karya yang akan dipublikasikan dan agar diketahui orang banyak tentu saja diperlukan adanya penyajian secara lisan, agar hal yang akan dipublikasikan ataupun hal yang akan diberitahu kepada orang banyak akan lebih mudah dipahami oleh orang lain. Walaupun penyajian lisan ini dapat disejajarkan dengan berbicara dan terdengar sangat mudah karena hanya menggerakkan bibir dan mengeluarkan suara, namun dalam penyajian lisan ini dibutuhkan suatu keterampilan berbicara.
Berbicara merupakan keterampilan berbahasa yang berkembang pada kehidupan masa kanak-kanak yang hanya didahului oleh keterampilan menyimak, dan pada masa tersebutlah keterampilan berbicara dipelajari. Sebagai mahasiswa tentu saja akan sangat diperlukan dalam melakukan presentasi ilmiah maupun pidato yang mana kemampuan berbicara akan sangat berguna.
Kemahiran dalam penyajian lisan bukan hanya menuntut penguasaan bahasa yang baik dan lancar melainkan juga menghendaki persyaratan-persyaratan lain, misalnya: kebenaran, ketegangan sikap, kesanggupan mengadakan reaksi dan cepat tepat, kesanggupan menampilkan gagasan secara lancar dan teratur, serta ketidakkakuan dan ketidak canggungan gerak.
Seiring dengan perkembangan bahwa penyajian lisan itu sudah menjadi salah satu kebutuhan mahasiswa. Alasannya bahwa disamping mahasiswa harus mampu mengungkapkan pikiran, gagasan, dan sikap ilmiahnya ke dalam berbagai bentuk karya tulis ilmiah yang berkualitas, juga mereka harus mampu menyajikan karya ilmiah yang ditulisnya di depan forum sesuai dengan kriteria penyajian yang baik.
Berdasarkan hal diatas, maka kami akan coba mengkaji tentang penyajian lisan agar wawasan dan pengetahuan kita tentang penyajian lisan bertambah.

1.2  Rumusan Masalah

            Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya maka diumuskan masalah sebagai berikut:
1.      bagaimanakah cara presentasi ilmiah?
2.      bagaimanakah teknik dalam melakukan presentasi?
3.      bagaimanakah cara berpidato?

1.3 Tujuan Masalah

            Adapun tujuan yang akan dicapai adalah:
1.      untuk mengetahui cara presentasi ilmiah
2.      untuk mengetahui teknik dalam melakukan presentasi
3.      untuk mengetahui cara berpidato

1.4 Manfaat

            Manfaat yang diharapkan adalah:
1.      menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa tentang cara melakukan presentasi ilmiah dan berpidato yang baik dan benar.
2.      membantu mahasiswa untuk dapat menyajikan karya ilmiah yang ditulisnya didepan forum sesuai dengan kriteria penyajian yang baik.
3.      menambah pengetahuan mahasiswa akan teknik-teknik dalam presentasi sehingga nantinya mahasiswa dapat melakukan presentasi yang menarik namun masih tetap sesuai kriteria penyajian yang baik.
4.      Diharapkan dapat dijadikan bahan bacaan berkualitas tentang penyampaian lisan khususnya presentasi ilmiah dan pidato.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Pengertian Presentasi Ilmiah

Morrisey & Sechrest mendeskripsikan bahwa presentasi melibatkan penyiapan dan penyampaian suatu pokok bahasan kritis dalam bentuk yang logis dan ringkas, sehingga menghasilkan komunikasi yang efektif. Sedangkan Robert M. French mengatakan bahwa “You are a scientist or you wouldn’t be giving the talk”. Pandangan itu bisa dijadikan dasar untuk mendefinisikan presentasi ilmiah. Dari segi pelaku, yang memberikan presentasi ilmiah adalah seorang ilmuwan. Informasi yang disampaikan tentu adalah yang bersifat ilmiah. Untuk dapat memahami dengan baik informasi yang disampaikan, yang hadir pun mestinya adalah khalayak ilmiah. (Gafura, 2009)
Berdasarkan uraian diatas maka presentasidapat didefinisikan sebagai kegiatan berbicara di hadapan publik untuk mengkomunikasikan secara efektif suatu pokok bahasan yang merupakan informasi mengenai suatu gagasan atau objek. Sedangkan presentsi ilmiah adalah presentasi yang disampaikan oleh seorang ilmuwan mengenai suatu gagasan atau objek ilmiah di hadapan khalayak ilmiah.

2.2 Pengertian Pidato

Pengertian pidato menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pengungkapan pikiran dl bentuk kata-kata yg ditujukan kpd orang banyak; (2) wacana yg disiapkan untuk diucapkan di depan khalayak
Pidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato yaitu seperti pidato kenegaraan, pidato menyambut hari besar, pidato pembangkit semangat, pidato sambutan acara atau event, dan lain sebagainya.
Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan publik / umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karir yang baik.
Berdasarkan pada uraian diatas maka pidato adalah sebuah kegiatan dimana dilakukan penyempaian lisan kepada orang banyak dan dapat memberi kesan positifbagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut.


3.1 Jenis Pembahasan

          Pembahasan masalah pada makalah ini tergolong deskriptif yang dirancang untuk mengumpulkan informasi tentang masalah yang dibahas dan mengetahui penyebab dari sebuah gejala yang dibahsa. Pembahsan ini didesain secara kualitatif.
     Data yang digunakan adalah data yang diperoleh dari referensi berupa buku maupun di internet.
     Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik studi pustaka. Data ini didapatkan dari buku-buku, browsing internet dan sumber-sumber lainnya relevant dengan masalah yang akan dibahas.

3.4 Analisis Data

            Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan langkah identifikasi data, reduksi data, penyajian data, kesimpulan sementara, verifikasi, dan kesimpulan akhir.

BAB IV

PEMBAHASAN MASALAH

4.1 Cara Presentasi Ilmiah

            Presentasi ilmiah adalah kegiatan yang lazim dilakukan dalam dunia ilmiah. Kegiatan tersebut berfungsi untuk penyebaran informasi ilmiah, baik infomasi konseptual maupun informasi prosedural. Presentasi ilmiah yang efektif adalah penyajian ilmiah oleh seseorang disuatu forum yang di dalamnya hadir sejumlah peserta yang secara sukarela terlibat aktif dalam interaksi verbal ilmiah menuju tercapainya tujuan selama waktu tersedia.
            Agar presentasi dapat berjalan secara efektif, ada kiat yang perlu diterapkan. Beberapa kiat yang dimaksud di antaranya:
a.       menarik minat dan perhatian peserta.
b.      mengarahkan perhatian peserta
c.       mempertahankan minat dan perhatian peserta
d.      menjaga agar presentasi tetap terfokus pada masalah yang akan dibahas
e.       menjaga etika
Untuk menarik minat dan perhatian pada apa yang dibahas, seorang penyaji dapat menggunakan media yang menarik, yang dapat berupa media visual seperti gambar dengan warna yang menarik, suara yang cukup keras bagi peserta, ilustrasi, anekdot, dan demostrasi. Selanjutnya, perhatian mereka perlu diarahkan pada fokus pembahasan dengan cara yang menarik pula dengan memanfaatkan informasi latar belakang peserta. Perhatian mereka perlu dijaga atau dipertahankan dengan cara menjaga agar suara tidak monoton, dan dengan menggunakan variasi media. Dalam hal ini multimedia sangat membantu. Akan tetapi, apabila perangkat keras sangat terbatas, paling tidak cara berbicara yang perlu divariasi. Alur peserta pelu dijaga agar tetap fokus dengan menyatakan terus terang pokok pembahasan dan penyaji menaati bahan yang telah dipersiapkan serta memberi penjelasan singkat dan padat mengenai butir-butir ini. Etika dijaga dengan cara menghindari hal-hal yang dapat merugikan orang lain.
Adapun ketiga tata cara presentasi ilmiah yang mana akan berhasi jika ditaati:
a.       Penyaji perlu memberi informasi kepada peserta secara memadai. Informasi tersebut akan dipahami dengan baik jika peserta memperoleh bahan tertulis juga (baik bahan penuh dalam bentuk makalah maupun bahan bahasan presentasi power point). Jika diperlukan, bahan disertai dengan ilustrasi yang relevan.
b.      Penyaji menyajikan bahan dalam waktu yang tersedia. Untuk hal ini penyaji perlu merencanakan penggunaan waktu dan menaati panduan yang diberikan oleh moderator.
c.       Penyaji menaati etika.
Etika berkenaan dengan keyakinan dan prinsip mengenai mana yang benar dan mana yang salah dan mana yang secara moral benar atau berterima.Satu nilai yang harus dipegang dalam menjaga etika adalah “menjaga perilaku agar tidak merugikan orang lain”. Kerugian mencakup kehilangan hak atau kesempatan, kehilangan muka, dan tersinggung perasaannya. Hak dalam forum ialah hak untuk berbicara, hak untuk mempertahankan atau membela pendapatnya, dan hak untuk mendapatkan pengakuan. Bila seseorang telah melakukan sesuatu yang sangat berharga, dia mempunyai hak untuk mendapat pengakuan.
Butir lain yang perlu diperhatikan dalam hal etika adalah kejujuran. Dalam dunia ilmiah, kejujuran merupakan butir etis terpenting. Setiap orang wajib bersifat sangat terbuka dalam segala hal menyangkut informasi yang disajikan. Jika dia menyajikan data, dia harus secara jujur menyebutkan apakah data itu hasil penelitiannya, ataukah diambil dari sumber lain dan juga harus disebutkan lengkap sesuai dengan kelaziman dunia ilmiah.
Dalam forum ilmiah seperti presentasi ilmiah, selain ada penyaji pasti ada beberapa pemeran lain yang ikut terlibat, yakni presentasi, moderator, dan notulen, serta bila diperlukan tenaga teknisi. Semua pemeran tersebut wjib menjaga etika agar penyajian tetap berlangsung secara baik dan efektif. Peserta misalnya harus jujur terhadap dirinya. Artinya dia akan bertanya apabila tidak tahu, akan mencari klarifikasi apabila masih bingung atau belum yakin, akan mengecek apakah pemahamannya sudah benar dan sebagainya. Selain itu, setiap peserta wajib menghargai pendapat/gagasan  orang lain dan hal ini mensyaratkan bahwa dia wajib menyimak apabila ada orang yang berbicara.
Jalannya suatu forum ilmiah sangat ditentukan oleh moderator sebagai pemandu. Etika yang harus dijaga adalah bahwa dia harus adil dan taat jadwal. Dia harus adil dalam arti bahwa semua peserta sedapat mungkin memperoleh kesempatan yang relatif sama dalam berpartisipasi aktif selama forum berlangsung. Keseimbangan wilayah, keseimbangan kesetaraan jende, dan keseimbangan persoalan yang diangkat harus benar-benar dijaga oleh moderator. Selanjutnya dia harus menaati waktu yang telah ditetapkan dan  berhubungan dengan dua hal.  Pertama dia seyogyanya tidak terlalu banyak mengambil waktu untuk komentar dan tidak fungsional. Kedua dia harus mengatur waktu yang digunakan oleh semua pihak, baik oleh penyaji maupun oleh peserta. Oleh karena itu, dia harus punya keberanian menginterupsi pembicaraan seseorang atau mengingatkan orang yang waktu dengan tetap secara santun segaligus tetap tegas tegas.
Semua hal yang terungkap selama forum berjalan perlu dicatat secara rapi oleh notulen. Hasil catatan yang telah ditata ringkas sebaiknya dicetak dan dibagikan kepada semua orang yang terlibat Hal ini memberikan kesempatan bagi pemilik gagasan/konsep untuk meluruskan jika ada hal-hal yang kurang tepat.

Teknisi wajib memastikan bahwa peralatan teknologi yang digunakan bekerja dengan baik. Dia harus melakukan pengecekan akhir sebelum forum dimulai, dan secara teratur mengontrol jalannya forum dari segi teknologi. Apabila terjadi sesuatu pada teknologi, dia harus bertindak menyelamatkan jalannya kegiatan.
Presentasi ilmiah pada intinya adalah mengomunikasikan bahan ilmiah kepada peserta forum ilmiah. Di dalam pelaksanaannya berlaku prinsip-prinsip komunikasi. Beberapa prinsip komunikasi berikut dapat dipertimbangkan oleh penyaji.
a)      Mengurangi gangguan komunikasi seperti antisipatif.
1.      memastikan kecukupan pencahayaan dan ruang gerak,
2.      memperlihatkan tingkat kapasitas peserta ketika memilih bahasa dan media,
3.      menghindari kemungkinan penafsiran ganda ungkapan yang dipilih,
4.      berpikir positif tentang peserta,
5.      membuat peseta merasa nyaman, berterima, dihormati, dan dihargai,
6.      mempertimbangkan budaya peserta,
7.      bersikap terbuka terhadap sikap dan pendapat orang lain yang berbeda, memastikan pilihan kostumnya sudah sesuai dan tepat dengan forum.
b)      Memaksimalkan efektivitas dalam proses presentasi.
1.      Memastikan bahwa suaranya terdengar oleh seluruh peserta
2.      Memastikan bahwa penyaji dapat dilihat oleh seluruh peserta.
3.      Menjadi penyimak/pendengar yang baik.
4.      Memberi kesempatan kepada peserta untuk bertanya, cari klasifikasi dll,
5.      Mendorong peserta untuk aktif terlibat,
6.      Merespon pada kebutuhan peserta,
7.      Menggunakan media yang menarik dan tepat guna.

4.2 Teknik dalam Melakukan Presentasi.

            Teknik presentasi merupakan suatu elemen pentig didalam melakukan presentasi. Teknik presentasi ditafsirkan dalam bermacam-macam penafsiran. Presentasi untuk bidang karya ilmiah, misalnya disampaikan dengan cara mendemonstrasikan hasil karya tersebut sehingga dipahami oleh audience. Akan tetapi, akhirnya berhasil disepakati bahwa bahasan tentang teknik (penyajian) presentasi dan media interaktif adalah cara seseorang menyajikan penjelasan terhadap data, uraian proses, maupun pembelajaran, baik disajikan di muka audience dengan bantuan alat peraga berupa slide show, program aplikasi yang menyajikan informasi interaktif yang dapat diakses secara personal, maupun presentasi dalam bentuk cetakan yang dibagikan kepada semua penerima informasi.
Untuk melakukan presentasi ilmiah yang menarik, sangatlah penting, apalagi dalam era teknologi informasi saat ini, presentasi ilmiah dengan multimedia sudah merupakan kebutuhan karena beberapa alasan.
·         Presentasi akan menjadi menarik,
·         Penyaji dapat menghemat waktu
·         Penyaji dapat memberikan penekanan pada butir yang dikehendaki secara menarik
·         Peserta langsung dapat mengkopi file presentasi jika diperlukan
·         Penyaji sangat dienakkan denganhanya membawa bahan dalam flashdisk
·         Bahan presentasi dapat dibuat sangat ringkas
Agar manfaat multimedia dapat dinikmati, presentasi ilmiah perlu dipersiapkan dengan baik. Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam menyiapkan bahan presentasi:
1.      Tentukan butir-butir terpenting bahan yang dibahas.
2.      Atur butir-butir tersebut agar alur penyajian rutut dan runut (koheren dan kohesif)
3.      Kerangka pikir perlu diungkapkan dan disajikan dalam bentuk diagram atau bagian alir untuk menunjukkan alur penalarannya.
4.      Tuliskan semua dalam bingkai powerpoint dengan ukuran huruf dan gambar yang memadai.
5.      Pilih rancangan slide yang cocok (pehatikan kontras warna)
6.      Penayangan uji coba untuk memastikan bahwa semua bahan dalam slide terbaca oleh seluruh peseta yang berada dalam ruangan
7.      Cetak bahan untuk dipakai sebagai pegangan peserta dalam penyajian.
Adapun teknik presentasi yang perlu diperhatikan.
1.      Presentasi melalui SLIDE SHOW Menggunakan PowerPoint
Agar topik bahasan lebih terfokus, buku ini hanya akan membahas teknik melakukan persiapan suatu presentasi melalui slide show dengan bantuan program Microsoft Office PowerPoint. Tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai sarana pembelajaran bagi yang belum mengenal cara penggunaan PowerPoint secara umum, namun lebih ditekankan untuk memberikan panduan lebih terarah pada bagaimana mempersiapkan materi presentasi, teknik penyajian dalam bentuk slide show, serta beberapa saran teknis mempersiapkan slide show dengan fasilitas yang ada pada PowerPoint agar diperoleh hasil yang maksimal.
2.      Unsur-Unsur dalam Sebuah Presentasi
Keberhasilan di dalam sebuah presentasi setidaknya terletak pada empat unsur yang ada di dalamnya.
Yang pertama dan mestinya yang paling utama adalah Presenternya, yaitu orang yang menyampaikan presentasi secara langsung di depan audience.
Yang kedua materi yang disampaikan, yaitu bahan yang ingin dikomunikasikan dengan audience sasarannya.
Yang Ketiga adalah sarana yang dipergunakan untuk menyampaikan presentasi. Hal ini lagi-lagi yang pertama adalah slide show yang disusun berdasarkan materi yang ingin disampaikan. Oleh karena fokus kita membicarakan teknik presentasi dengan Power- Point, maka yang dimaksud tentu saja bagaimana Anda mengemas materi presentasi dalam bentuk slide show. Faktor berikutnya adalah peralatan untuk menyampaikan slide show tersebut meliputi LCD Projector, sound system (apabila pada ruang yang cukup besar dan jumlah audience yang cukup banyak).
Yang keempat, tentu saja audience yang dijadikan sasaran sebagai penerima informasi. Jika ketiga unsur di atas telah dipersiapkan dengan baik, tetapi ternyata tidak ada audience-nya, atau tidak dihadiri oleh audience yang tepat sebagaimana yang dimaksud sebagai sasaran tersebut, maka rangkaian acara presentasi tersebut tidak akan sukses sebagaimana yang diinginkan.
3.      Presenter, Penyaji Informasi
Tidak semua orang mampu menyusun suatu paparan sehingga mudah diterima oleh pihak lain sekalipun orang tersebut sebenarnya sangat menguasai permasalahan yang akan dipresentasikan. Di Amerika sering dilakukan survey yang hasilnya dimuat di majalah- majalah yang menyatakan bahwa ketakutan nomor satu) dari kebanyakan orang Amerika (dan ternyata juga merupakan tendensi kebanyakan orang di seluruh dunia) adalah ketika dia diminta untuk menjelaskan sesuatu di muka orang banyak (publik speaking). Cara yang efektif untuk mengurangi bahkan menghapus ketakutan tersebut ialah dengan mempelajari bagaimana teknik menyusun presentasi dengan baik sehingga bukan ketakutan lagi, melainkan kebanggaan ketika seseorang tampil di muka publik maupun di muka client dengan bahan presentasi yang bagus
4.      Materi Presentasi
Materi yang akan dipresentasikan sebenarnya merupakan bobot yang paling menentukan, walaupun tidak semua orang pernah mengalami atau terdampar pada suatu situasi yang mau tidak mau harus ia hadapi seperti kedua contoh berikut ini. Jika materi presentasi yang akan dipaparkan di depan audience adalah masalah yang gawat. Seorang yang bertugas sebagai juru bicara harus menjelaskan shcema kebijaksanaan pembangunan jalan raya yang sangat vital, di mana harus dilakukan pembebasan tanah warga dengan pembayaran ganti rugi yang nilainya jauh di bawah keinginan warga. Warga sangat geram mendengar rencana ini. Presentasi ini diprediksi akan dihadiri oleh puluhan warga yang dalam keadaan emosi. Contoh yang kedua adalah materi presentasi pelatihan pembekalan yang akan diberikan kepada karyawan sehubungan dengan kenaikan jabatannya.
Wah, jelas bedanya seperti api dan air. Mudah-mudahan pembaca hanya akan menerima tugas untuk menyampaikan materi jenis yang kedua saja, atau setidaknya yang berada di antara kedua contoh di atas. Kalau Anda seorang pengajar atau dosen yang akan menyusun presentasi bahan pelajaran, mestinya unsur materi dalam presentasi ini bukan menjadi masalah yang perlu dibahas lebih jauh lagi. Namun, Anda masih harus mempelajari unsur lainnya.
5.      Slide Show Itu Sendiri
Bagaimana sebuah slide show mampu memegang peranan dalam sebuah presentasi, mungkin di sinilah topik yang ingin disampaikan dalam buku ini. Sementara unsur-unsur lain adalah pertimbangan- pertimbangan yang harus dipersiapkan dan diperhitungkan. Yang perlu Anda ingat bahwa sebuah presentasi berupa slide show bisa berdiri sendiri dalam suatu stand pameran, atau sarana iklan maupun informasi di tempat-tempat umum tanda kehadiran seorang presenter. Di sini jelas kekuatan daya tarik dari materi danteknik penyajian slide show tersebut yang paling utama dan paling menentukan.
6.      Audience yang Menjadi Sasaran Informasi
Audience, hadirin, atau penonton seringkali dianggap sebagai unsur pasif dari sebuah acara presentasi. Namun, sejujurnya reaksi dari audience ketika mengikuti suatu presentasi dapat memperlihatkan berhasil atau tidaknya presentasi itu. Tidak dapat dipungkiri bahwa audience di kalangan orang kita ini adalah tipe hadirin yang cool. Sekalipun presentasi yang dilakukan amat buruk kualitasnya, setidaknya mereka jarang yang protes. Reaksi dari audience yang bisa ditangkap adalah apakah pandangan mata mereka “terhanyut” dalam mengikuti slide dan uraian presenter, atau sebaliknya mereka hanya mendengar suara presenter tanpa memandang ke layar? Hal ini bisa terjadi bila tampilan slide amat buruk dan ”menyiksa” mata audience. Yang lebih buruk lagi apabila selama presentasi audience bercakap-cakap satu sama lain, maka ketiga elemen di atas gagal membangun keberhasilan presentasi. Pernahkah Anda melakukan presentasi kemudian setelah selesai audience mengerumuni Anda seolah-olah masih kurang puas (maksudnya masih ingin nambah lagi informasi dari Anda) dan mereka minta izin untuk meng-copy file slide presentasi Anda ke flash disk mereka. Seharusnya Anda boleh merasa bangga karena itu adalah sebagian dari indikasi bahwa presentasi yang Anda bawakan berhasil.
Jadi, jangan sepelekan audience Anda karena merekalah target Anda. Audience Andalah tolok ukur keberhasilan Anda dalam menyampaikan presentasi dan mempersiapkan ketiga unsur lainnya. Bisa jadi, kondisi tadi menggambarkan presentasi Anda sulit dicerna oleh audience sehingga mereka merasa perlu membaca ulang slide presentasi Anda dan menjabarkan sendiri dengan cara mereka sendiri.
Selain itu, dibawah ini terdapat berbagai tips menjadi seorang presenter super dalam presentasi ilmiah. (Susi Sundiasih, 2009 dari http://andaniharduning.blogspot.com/)
a. Antusias, menampilkan semangat hidup diri
b. Berwibawa, menggerakkan orang untuk melakukan sesuatu
c. Positif, melihat peluang dalam setiap saat
d. Supel, mudah menjalin hubungan dengan peserta
e. Humoris, berhati lapang, tetap mengikuti irama
f. Kreatif, menemukan banyak cara
g. Fasih, berkomunikasi dengan jelas, fasih dan benar
h. Tulus, memiliki niat dan motivasi positif
i. Interaktif, hubungan pembicara peserta hidup
j. Mampu memotivasi, mengairahkan pendengar, membangun harapan

4.3       Cara Berpidato

       Sebagai insan terpelajar mahasiswa dituntut memiliki kinerja yang memuasakan dalam semua aspek kehidupan, baik di kampus maupun di tengah masyarakat. Selain mampu menulis beragam karya ilmiah dan mempersentasikannya dengan baik, mahasiswa juga dituntut mampu berpidato apabila diperlukan. Dalam kenyataannya, baik di kampus maupun di tengah masyarakat, kemampuan berpidato dibutuhkan oleh mahasiswa. Untuk itu, pengembangan kemampuan berpidato perlu dilakukan walaupun porsinya lebih sedikit jika dibandingkan dengan kegiatan penulisan karya ilmiah. Melalui upaya ini diharapkan tampilan mahasiswa dalam  erpidato benar-benar menunjukkan kualitasnya sebagai insan yang terpelajar. 
       Berpidato merupakan salah satu wujud  kegiatan berbahasa lisan. Sebagai wujud kegiatan berbahsa lisan, berpidato mementingkan ekspresi gagasan dan penalaran dengan menggunakan bahasa lisan yang didukung aspek-aspek nonkebahasaan (ekspresi badan, gerak isyarat, sikap, kontak pandang dll). Dengan demikian, berpidato adalah kegiatan menyampaikan gagasan secara lisan dengan menggunakan penalaran yang tepat serta memanfaatkan aspek-aspek nonkebahasaan yang dapat mendukung efektivitas dan efisiensi pengungkapan gagasan kepada orang banyak dalam suatu acara tertentu.
       Setiap orang yang hendak berpidato pasti berusaha dan berharap pidato yang disampaikan dinilai oleh pendengar sebagai pidato yang baik. Pidato yang baik ditandai oleh beberapa kriteria, diantaranya :
a.       Isinya sesuai dengan kegiatan yang sedang berlangsung;
b.      Isinya menggugah dan bermanfaat bagi pendengar;
c.       Isinya tidak menimbulkan pertentangan sara;
d.      Isi jelas, benar, dan objektif;
e.       Bahasa yang digunakan mudah dimengerti pendengar, serta
f.       Disampaikan secara santun, rendah hati, dan bersahabat.
       Tata cara berpidato merujuk kepada langkah-langkah dan urutan untuk memulai, mengembangkan, dan mengakhiri pidato. Langkah-langkah dan urutan berpidato secara umum diawali dari oembukaan, sajian isi, dan penutup. Pembukaan biasanya berisi sapaan kepada pihak-pihak yang diundang atau yang hadir dalam suatu acara. Selanjutnya, sajian isi merupakan hasil penjabaran gagasan pokok yang akan disampaikan dalam pidato. sebagai hasil penjabarn gagasan pokok, sajian isi perlu dirinci sesuai dengan waktu yang disediakan. Sementara penutup pidato berisi penegasn kembali gagasan pokok yang telah dipaparkan dan terima kasih kepada semua pihak.
       Etika berpidato merujuk kepada nilai-nilai kepatutan yaqng perlu diperhatikan dan dijunjung ketika seseorang berpidato. Nilai-nilai (values) yang patut diperhatikan adalah :
a.       Tidak menyimggung perasaan orang lain;
b.      Upaya menghargai dan membangun optimisme pendengarnya;
c.       Sikap jujur dan terbuak, dan
d.      Rasa empati dan persahabatan
        Menulis naskah pidato perlu dilakukan apabila kegiatan berpidato yang akan dilakukan memang dipersiapkan sebelumnya. Akan tetapi, apabila kegiatan itu dilakukan secara spontan tentu tidak perlu menulis naskah pidato sebelum kegiatannya dilakukan. Hakikat menulis pidato adalah menuangkan gagasan ke dalam bentuk bahsa tulis yang siap dilisankan melalui kegiatan berpidato. Pilihan kosakata dan kalimat serta paragrafnya sesungguhnya tidak jauh berbeda dengan ketika seseorang menuliskan naskah (ilmiah) yang lain. Situasi resmi dan tidak resmi akan menentukan pilihan kosakata dalam menulis naskah pidato. sekalipun naskah pidato itu merupakan bahsa tulis, ia tetap merupakan bahasa tulis yang akan dilisankan sehingga konteks kelisanan perlu diperhatikan.
       Menyampaikan pidato berarti melisankan naskah pidato yang telah dipersiapkan. Akan tetapi, menyampaikan pidato bukan sekedar membacakan naskah pidato di depan hadiranm, melainkan perlu juga menghidupkan dan menghangatkan suasana. Untuk menciptakan interaksi yang hangat dengan para pendengar. Untuk itu, sesorang yang akan berpidato harus mampu menganalisis situasi dan memanfaatkan hasil analisisnya itu untuk menghidupkan suasana ketika ia berpidato. Apabila pidato yang disampaikan bukan atas nama orang lain (bukan membacakan naskah pidato atasan atau orang lain), kita masih dapat melakukan penambahan-penambahan sepanjang waktu yang disediakan memadai. Yang terpenting, penambahan itu memperkaya isi pidato, dapat menghangatkan suasana, dan bermanfaat, serta dapat memperjelas isi dalam naskah pidato.

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya maka hasil yang dapat disimpulkan sebagai berikut.
1)      Dalam melakukan presentasi ilmiah perlu diperhatikan tiga hal: (1) Penyaji perlu memberi informasi kepada peserta secara memadai. Informasi tersebut akan dipahami dengan baik jika peserta memperoleh bahan tertulis juga (baik bahan penuh dalam bentuk makalah maupun bahan bahasan presentasi power point). Jika diperlukan, bahan disertai dengan ilustrasi yang relevan. (2)Penyaji menyajikan bahan dalam waktu yang tersedia. Untuk hal ini penyaji perlu merencanakan penggunaan waktu dan menaati panduan yang diberikan oleh moderator. (3) Penyaji menaati etika.
2)      Teknik dalam melakukan presentasi adalah dengan memanfaatkan teknologi saat ini dengan menggabungkan antara tata cara penyajian lisan yang baik dengan sarana multimedia yang akan sangat membentu selama proses presentasi.
3)      Tata cara berpidato merujuk kepada langkah-langkah dan urutan untuk memulai, mengembangkan, dan mengakhiri pidato. Langkah-langkah dan urutan berpidato secara umum diawali dari oembukaan, sajian isi, dan penutup. Pembukaan biasanya berisi sapaan kepada pihak-pihak yang diundang atau yang hadir dalam suatu acara. Selanjutnya, sajian isi merupakan hasil penjabaran gagasan pokok yang akan disampaikan dalam pidato. sebagai hasil penjabarn gagasan pokok, sajian isi perlu dirinci sesuai dengan waktu yang disediakan. Sementara penutup pidato berisi penegasn kembali gagasan pokok yang telah dipaparkan dan terima kasih kepada semua pihak.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil pembahasan dan simpulan maka saran kami:
·         Penyajian lisan sangat penting dalam duniamahasiswa dimana kita akan selalu dituntut untuk menampilkan karya-karya yang telah kita buat. Penyajian lisan yang baik merupakan hal yang diharapkan, sehingga diharapkan kepada mahasiswa agar mengetahui tata cara penyajian lisan yang baik.

DAFTAR PUSTAKA

Tim Pengajaran Bahasa Indonesia Universitas Hasanuddin.2008.Bahasa Indonesia.Makassar: UPT MKU UNIVERSITAS HASANUDDIN
http://presentasi.gafura.net/ (download 11 September 2012)