Pages

MITOS 7 TURUNAN HUBUNGANNYA DENGAN GENETIKA

Ada banyak mitos yang berkembang di masyarakat, apakah mitos ini sesuai dapat di jelaskan secara ilmiah?

ACTIVITY IN FORKOM MATABUKA

This moment is very fun .

SAUGI ISLAND

C'mon come to Saugi Island

Lomba Cinta Laut

I made this with my friends in Senior High School 2 Pangkajene

Dange

This food is originally from Pangkep, South Sulawesi

Saturday, September 17, 2016

REGISTRASI ULANG UGM, APA SAJA YANG HARUS DISIAPKAN?

Setelah pendaftaran (tata cara pendaftaran dapat dilihat di link ini http://riskynurhikmayani.blogspot.co.id/2016/09/tata-cara-alur-pendaftaran-program.html)  dan menunggu pengumuman, dan setelah dinyatakan lolos selanjutnya ada registrasi ulang


TATA CARA ALUR PENDAFTARAN PROGRAM MAGISTER BIOLOGI UGM

Lama nggak ngepost, admin bersihin dulu debu-debu di blog ini saking lamanya nggak nge post. Admin lama baru ngepost lagi karena sibuk skripsi kemudian sibuk menganggur juga XD. Saat ini admin akan menjelaskan cara mendaftar program Magister di UGM utamanya prodi Biologi.

Langkah pertama buka url UM UGM http://um.ugm.ac.id/ > Program Pascasarjana
Di tab tersebut akan terdapat beragam menu di antaranya

Saturday, January 9, 2016

ENZIMOLOGI : MEKANISME ENZIM TERINDUKSI PADA GULA ARABINOSA, DAN MEKANISME CAMP

1.      Mekanisme Aktivitas Enzim Terinduksi pada Pencernaan Gula Arabinosa
Arabinosa, adalah sebuah gula pentosa, pektin dan gula. Arabinosa (arabinosa), juga dikenal sebagai gula arabinosa pektin, sering dikaitkan dengan monosakarida lain untuk heteropolisakarida hadir dalam bentuk pulp tanaman, koloid, hemiselulosa, asam pectic, pohon konifer, kayu batang, polisakarida bakteri, dan Beberapa glikosida.
Mekanisme aktivitas pencernaan gula arabinose dapat dilihat pada E. coli. E. coli memiliki mekanisme regulator “inducible positif” berupa operon arabinosa. Pada umumnya terdapat dua jenis operon yakni operon terekspresikan seperti pada operon trp, artinya pengikatan triptofan hanya menekan trasnkripsi yang terjadi sedangkan pada operon terinduksikan seperti pada operon arabinose yang bersifat “inducible positif” biasanya mati, namun dapat  diinduksi ketika terdapat gula arabinose.
Arabinosa merupakan gula yang membutuhkan tiga enzim untuk metabolismenya (dikode oleh araB, araA, dan araD). Gen regulator araC. Gen araBAD (araB, araA, dan araD) dan araC ditranskripsi dalam arah yang berlawanan. Dua lokasi operator (araO1dan araO2) dan araI yang merupakan situs DNA terikat.

·         araA mengkodekan L-arabinosa isomerase, yang mengkatalisis isomerisasi antara L-arabinosa dan L-ribulosa.
·         AraB mengkodekan ribulokinase, yang mengkatalisis fosforilasi (L / D) -ribulose untuk membentuk (L / D) -ribulose 5-fosfat.

·         AraD mengkodekan L-ribulosa-5-fosfat 4-epimerase, yang mengkatalisis epimerization antara L-ribulosa 5-fosfat dan D-xylulose 5-fosfat.
Gambar : Operon arabinose
Sumber : www.bio.cmu.edu
            Dapat dilihat dari gambar panah spiral yang arahnya masing-masing berlawanan antara araBAD dan araC yang menunjukkan transkripsi keduanya terjadi dalam arah yang berbeda. Pada gambar dapat dilihat gen peregulasi araC, yang terletak diluar operon, dan mengkodekan sebuah protein repressor alosentrik yang dapat mematikan operon arabinose dengan cara berikatan ke operon ini. Ketika terdapat Arabinosa (molekul ini dapat disebut sebagai inducer/penginduksi) maka akan terjadi inaktivasi repressor sehingga menihilkan kemampuan repressor untuk berikatan ke operator.
            Adanya arabinose yang berikatan ke represor  ini menyebabkan represor yang tadinya berfungsi menekan berubah menjadi activator. Mengaktifkan operon yang menyebabkan RNA polymerase melekat ke DNA dibagian promoter dan mentranskripsikan gen-gen operon (araB, araA, dan araD). Bila gula arabinose tidak ada maka represor akan aktif, dan berikatan ke opetaror yang menyebabkan operon mati. Jadi, bakteri E. coli ini bila dalam keadaan kekurangan jenis sumber karbon/gula yang berasal dari gula utama, maka ketika dilingkungan terdapat banyak gula arabinose akan menyebabkan terjadinya induksi pada protein repressor sehingga  proses pencernaan gula arabinose pun terjadi.
            Dalam konteks regulasi gen, enzim-enzim jalur arabinose disebut enzim-enzim terinduksikan karena sintetisnya diinduksi oleh sebuah sinyal kimiawi (L-arabinosa). Sinyal kimia ini mengaktifkan repressor dengan cara berlekatan dan kemudian melekat ke operator, operon menyala maka terjadilah sintetis enzim yang berasal dari gen (araBAD) yang mengkodekan enzim yang berfungsi untuk pencernaan arabinose. AraA menghasilkan L-arabinosa isomerase yang mengubah L-Arabinosa menjadi L-ribulosa. Kemudian araB menghasilkan L-ribokinase, yang menfosforilasi L-ribulosa yang sebelumnya menjadi L-ribulosa 5P, melalui penambahan pospat dari ATP yang diubah menjadi ADP. Selanjutnya araD menghasilkan L-ribulosa 5P epimerase yang mengubah L-ribulosa 5P menjadi D-xylulose 5P.
            Jadi, melalui induksi L-arabinosa merangsang terbentuknya enzim yang berfungsi dalam pencernaan arabinose.
2.     Mekanisme cAMP yang bekerja sama dengan suatu protein
Adenosina monofosfat siklik (AMP siklik atau cAMP) adalah molekul berbentuk cincin yang dibuat dari ATP yang merupakan molekul pensinyalan intraseluler yang umum (mesenjer kedua) pada sel eukariota. Senyawa ini juga merupakan pengatur beberapa operon bakteri. ATP diubah menjadi cAMP oleh enzim yang ada di membran plasma yaitu Adenil siklase sebagai respon terhadap sinyal ekstraseluler.
Mekanisme cAMP yang bekerja sama dengan suatu protein dapat dilihat dari regulasi gen positif pada operon Lac E. coli. Ketika lactose ada dan glukosa dalam jumlah yang sedikit maka E. coli akan menyintesis enzim-enzim untuk penguraian lactose, disinilah peran cAMP yang bekerja sama dengan protein yang disebut protein activator katabolit (CAP) dapat dilihat, dalam kasus ini terjadi akumulasi AMP siklik (cAMP). Protein peregulasi disebut protein activator katabolit (catabolite activator protein, CAP) merupakan sebuah activator, protein yang berikatan ke DNA dan merangsang transkripsi gen. Ketika cAMP berikatan ke protein peregulasi ini, CAP berubah ke bentuk aktif yang bisa melekat ke situs spesifik pada ujung hulu operon Lac.
Pada gambar dapat dilihat bahwa ketika lactose ada dan glukosa tidak ada, maka kadar cAMP meningkat sehingga cAMP mengaktivasi CAP berlekatan pada daerah promoter sehingga RNA polymerase juga terikat akibat adanya CAP, karena RNA polymerase memiliki afinitas yang tinggi terhadap CAP, lalu sintesis enzim pun berlangsung.
Secara lebih rinci pengikatan cAMP ke protein peregulasi CAP, meningkatkan afinitas RNA polymerase terhadap promoter yang sebenarnya cukup rendah, meskipun tidak ada repressor yang berikatan ke operator. Dengan menfasilitasi pengikatan RNA polymerase ke promoter sehingga meningkatkan laju transkripsi, pelekatan CAP ke promoter merangsang ekspresi gen secara langsung. Oleh karena itu mekanisme ini tergolong regulasi positif, dimana cAMP bekerja sama dengan protein activator katabolit (CAP) untuk merangsang ekspresi gen secara langsung.
Apabila jumlah glukosa dalam sel meningkat, kadar cAMP menurun, dan tanpa cAMP, CAP terlepas dari operon. Karena CAP inaktif maka berkuranglah efisiensi RNA polymerase dalam berikatan dengan promoter, dan transkripsi operon lac hanya berlangsung pada tingkat rendah meskipun ada laktosa. Secara skematis mekanisme yang bekerja sama dengan suatu protein dapat digambarkan sebagai berikut



LAPORAN INDIVIDU KKN UNHAS GEL 90 KEL. TUMAMPUA KAB. PANGKEP

BAB I

PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

`           Tridarma Perguruan Tinggi yang diemban selama ini adalah Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Untuk mewujudkan hal itu, maka Unhas selaku perguruan tinggi bersama beberapa perguruan tinggi lainnya menjadi pelopor membentuk Tridarma Perguruan Tinggi tersebut menjadi dalam satu kegiatan yang bernama Kuliah Kerja Nyata (KKN).