Thursday, June 21, 2012

PANGKEP, KABUPATEN KEPULAUAN PALING INDONESIA


                Dalam rangka mengikuti lomba blog ‘PALING INDONESIA’ yang diadakan oleh telkomsel dan Angin Mamiri yang bertemakan ‘paling Indonesia’ dan yang paling lekat dengan Indonesia sehingga saya berinisiatif kembali membuka pelajaran mulok-ku. Mulok yang diajarkan di sekolahku adalah PCE (Pangkep Cultural Eksploration) yang mana mengenalkan hal-hal apa saja yang asli berasal dari Pangkep akan tetapi dalam pelajaran mulok di sekolahku harus dijelaskan dalam bahasa Inggris, walaupun demikian saya bersyukur sekali dengan mempelajarinya karena akhirnya saya menemukan wadah untuk menuangkan apa-apa saja hal yang saya telah pelajari tentang Pangkep yang begitu lekat dengan diriku dan Indonesia.
                Pangkep yang merupakan singkatan dari Pangkajene dan Kepulauan adalah wilayah kabupaten kota yang terletak di Sulawesi Selatan dengan posisi berada di antara kabupaten Maros dan kabupaten Barru. Dari namanya saja Pangkajene dan Kepulauan menunjukkan bahwa kabupaten Pangkep merupakan wilayah kepulauan yang mana wilayah lautnya lebih luas dibandingkan daratannya, sama halnya dengan wilayah Indonesia secara keseluruhan yang lautannya lebih luas dibandingkan daratannya sehingga membuat kabupaten Pangkep bagiku terasa ‘paling indonesia’. Selain itu, Pangkep menyimpan banyak sekali keunikan, budaya, serta tempat wisata yang patut diketahui dan dikembangkan lebih jauh lagi agar nantinya kabupaten Pangkep dapat dijadikan salah satu tujuan wisata baik oleh wisatawan lokal maupun manca negara.
                Berikut ini beberapa hal yang merupakan ‘asli kabupaten Pangkep’ dan pastinya hanya bisa di jumpai di Indonesia sehingga hal-hal berikut dapat dikatan ‘paling Indonesia’.
1.       Kuliner SOP Saudara
Kuliner yang terbuat dari bahan dasar daging sapi yang dicampur dengan bumbu-bumbu khusus dan diracik sedemikian rupa menjadikan kuliner yang satu ini begitu lezat. Sop Saudara dapat dengan mudah di temukan di daerah-daerah lain di luar pangkep tapi ada satu hal yang harus digaris bawahi, bahwa dimanapun anda menemukan warung makan Sop Saudara atau hidangan Sop Saudara satu hal yang pasti bahwa pemilik warung/pembuat Sop Saudara tersebut adalah orang Pangkep. Mengapa demikian? Usut punya usut ternyata memang demikian seharusnya karena kata Sop Saudara itu merupakan singkatan dari ‘Saya Orang Pangkep Saudara’. Jadi, walau bagaimanapun Sop Saudara hanya boleh dijual oleh orang Pangkep apalagi resep pembuatan Sop Saudara itu merupakan resep rahasia yang haya boleh diketahui oleh orang tertentu. Masih ada satu hal yang unik lagi dari Sop Saudara ini, cobalah bertanya kepada pemilik warung Sop Saudara dengan pertanyaan apakah dia mengenal penjual Sop Saudara di tempat lain? Dengarkanlah jawabannya dan anda akan terkejut dan menyadari jika penjual Sop Saudara di tempat yang satu dan tempat yang lain ternyata masih memiliki hubungan kekeluargaan.

2.       Tarian Bissu
Tarian bissu atau biasa disebut ‘ma’bissu’ ini merupakan tarian tradisional yang asli berasal dari Pangkep. Tarian ini dapat dilihat di kecamatan Segeri yang masih merupakan wilayah kabupaten Pangkep. Satu hal yang khas dari tarian ini adalah dimana para bissu menari seperti orang kesurupan sambil menusuk-nusuk tubuh mereka. Ma’bissu ini dilakukan sebagai  tanda penghormatan tehadap dewata (tuhan) dimana dimulai dengan puang matoa memulai menari seperti sedang kerasukan diikuti oleh puang lolo. Dalam melaksanakan ma’bissu diperlukan peralatan seperti bassi baranga, lae-lae, teddung arajang, bendera arajang, alameng, alisu, paccoda, oiye, kancing, anak baccing, Pui-pui, gendang, dan gong.

3.       Dange
Bila anda berkunjung ke Pangkep, jalan-jalanlah ke kecamatan Segeri, jika anda beruntung anda akan dapat menyaksikan pertunjukan ma’bissu tapi kalau tidak maka carilah warung yang menjual kue tradisional ‘asli kabupaten Pangkep’ yang disebut ‘DANGE’. Kue ini terbuat dari campuran kelapa, beras ketan, dan gula merah. Rasanya begitu enak dan gurih dan pastinya akan membuat anda menjadi ketagihan.
Dari informasi yang kudapat ketika berkunjung ke tempat penjualan Dange, bahwa Dange pertama kali disebarluaskan oleh warung ‘SABAH’ dimana  nama warung ini diambil dari bahasa malaysia yang merupakan tempat tinggal dan dibesarkannya si penjual ‘Dange’ ini. Akan tetapi, penjual dange tersebut adalah orang asli indonesia. Sehingga walaupun nama warungnya dari Malaysia tapi kue ‘dange’ ini merupakan asli Indonesia dan ‘paling Indonesia’. Seiring dengan perkembangan zaman kue dange juga mengalami moderenisasi, sehingga kini dange juga tersedia dalam rasa coklat dan juga keju.

4.       Cucuru Bayao
Jika orang yang mengerti bahasa makassar mendengar nama kue yang satu ini pasti sudah mengetahui bahan dasar kue ini yakni dari bayao=telur. Cucuru bayao adalah kue khas Pangkep yang rasanya sangat manis dan dapat dengan mudah didapatkan pada acara-acara tertentu seperti pernikahan yang berlangsung di kabupaten Pangkep. Di setiap pernikahan kue ini tak pernah absen untuk hadir dalam menu yang di hidangkan dalam bosara apalagi saat ma’mata-mata (malam berpacin) pada pernikahan. Cucuru bayao ini terbuat dari telur, gula, dan kenari. Kue Cucuru bayao ini menggunakan banyak sekali telur sehingga menyebabkan kue ini berwarna golden (seperti emas) yang melambangkan kemuliaan, kemegahan serta keangungan yang bermakna baik sehingga dalam event yang bertujuan untuk kehidupan yang baik pastinya kue ini akan hadir dalam event tersebut.

5.       Si Pink yang terfermentasi, Cao
Pada zaman dahulu ketika belum ada kulkas, kira-kira ikan yang diperoleh oleh para nelayan diapakan yah? Orang-orang pulau yang berasal dari kepulauan di Pangkep mempunyai cara khusus untuk menyimpan hasil tangkapan mereka yakni membuatnya menjadi ‘cao’. Cao, kalau mendengar namanya seperti makanan yang berasal dari Jepang. Cao ini adalah makanan fermentasi khas buatan Pangkep walaupun namanya berasal dari Jepang. Mengenai asal usulnya tidak begitu kuketahui tapi sepertinya ‘cao’ ini merupakan makanan hasil alkuturasi kebudayaan Jepang walapun demikian makanan ini sudah ada jauh sebelum terjadinya proses akulturasi kebudayaan dengan Jepang. Cao ini terbuat dari ikan teri ataupun udang yang dicampur dengan nasi, garam, ragi, serta pewarna pink yang difermentasikan selama kurang lebih tiga hari. Warna ‘cao’ ini begitu menyolok, merah muda, seperti yang sudah dijelaskan sebelumya ‘cao’ ini dibuat sebagai alternatif untuk mengawetkan makanan jika tidak ada kulkas. Biasanya ‘cao’ ini di santap bersama potongan pisang batu yang masih muda tetapi sebelumnya ‘cao’ tersebut harus ditumis terlebih dahulu dengan kelapa dan potongan bawang merah. Uhm...rasanya begitu gurih dan lezat.

6.       Taman Purba Gua Sumpang Bita
Ketika mendengar kata Pangkep apakah anda tertarik untuk berkunjung? Pastinya jawabannya tidak begitu tertarik karena anda belum mengetahui tempat wisata yang sangat bagus di kunjungi apalagi ketika anda ingin mengetahui kehidupan manusia purba di kabupaten Pangkep. Taman gua sumpang bita merupakan tempat wisata yang patut anda jadikan destinasi wisata anda pada waktu liburan selain sebagai tempat wisata gua sumpang bita juga menyajikan informasi seputar jejak kehidupan masa lampau manusia purba. Taman purba Gua Sumpang Bita ini terletak di dua wilayah administratif yakni di Pangkep dan Maros, hal ini terjadi diakibatkan karena gunung-gunung tempat gua-gua tersebut tersebar dari Pangkep ke Maros. Di taman purba Sumpang Bita terdapat 1000 anak tangga, selain itu ada lukisan purba seperti 81 gambar tangan, 12 gambar babi, satu gambar anoa (binatang khas sulawesi, mirip seekor kerbau tapi ukurannya lebih kecil), dan sebuah gambar perahu. Jumlah ini merupakan jumlah total yang diidentifikasi gambar tangan dari gua yang terdapat di Pangkep dan Maros. Untuk gua Purba yang terdapat di Pangkep sendiri yang merupakan hasil non-tangan terdapat 27 gambar babi, 2 anoa, satu ular, satu ikan, 11 manusia, dan 2 perahu. Sumpang bita manyajikan berbagai informasi seputar sejarah manusia purba yang pastinya gua ini hanya terdapat di Pangkep dan satu hal lagi gua ini menunjukkan kebudayaan Indonesia pada zaman purba sehingga membuat taman purba gua Sumpang Bita terasa ‘paling Indonesia’

                                Sekian beberapa informasi tentang hal-hal yang ‘asli pangkep’ dan hanya dapat dijumpai di Indonesia dan ‘paling Indonesia. Semoga informasi yang kuberikan dapat bermanfaat dan menambah wawasan pembaca tentang Pangkep dan juga menjadikan Pangkep sebagai tempat wisata liburan yang juga patut untuk dikunjungi.
-SEKIAN-
Ini dia link lomba yang diadakan oleh telkomsel dan angin mamiri

Review Hadalabo Gokujyun Ultimate Moisturizing Lotion

Kali ini saya mau review hadalabo gokujyun ultimate moisturizing lotion untuk kulit kering dan normal. Hasil review ini setelah pemakaian 2 ...