Pages

Friday, August 3, 2012

TIPS AND TRICK: MENULIS CERPEN

PENGERTIAN CERPEN


   —Menurut Edgar Allan Poe, cerpen adalah sebuah cerita yang selesai dibaca dalam sekali duduk, berkisar antara setengah sampai dua jam.
Terdapat tiga jenis cerpen:
  1.   1. Cerpen pendek: 500—750 kata
  2.   2. Cerpen sedang: 750—1000 kata
  3.   3. Cerpen panjang: lebih 1000 kata




HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MENULIS CERPEN

1.Cerpen dapat dibaca dan diceritakan dalam waktu singkat.
2.Menggunakan bahasa konotatif.
3.Cerpen hendaknya menarik.




TEMA CERPEN

1.Estetis, yakni tema yang berisikan keindahan, baik fisik maupun psikis. Tema ini cenderung ke arah yang bersifat pornografi.
2.Etis, yakni tema yang berkaitan dengan idealisasi yang ada dalam masyarakat.
3.Religius, yakni tema yang berbau ketuhanan.
Cat: tema tersebut bukan harga mati.

BAHASA CERPEN
   —Bahasa dalam cerpen menggunakan bahasa yang “bersayap”, cenderung konotatif dan ambigu.  Perhatikan contoh berikut.
di malam itu, bulan terang benderang. Akankah bulan terang selamanya. Tidak, sebab besok ia telah hilang diganti oleh pagi.
Besok merupakan hari terakhirku menjadi seorang perjaka. Aku akan menikah dengan Subaidah, gadis desa dari tondong, anak pak lurah.  Ah, betapa indahnya dunia ini, jika aku sudah menikah. Aku menginginkan dikaruniai anak sebanyak dua belas. Aku bisa menata sebuah kesebelasan sepak bola yang akan mengoyak keperkasaan Barcelona.
Romantisme: aliran yang mengarahkan pandangan pada keindahan (cinta)
  Rok wanita itu tersingkap oleh angin. Pahanya yang putih mulus terlihat jelas. Dari kemulusan itu muncullah berbagai impian keindahan yang berkecamuk dalam pikiranku. Membayangkan betapa sebuah kenikmatan akan kuarungi di tengah laut surgawi yang tak akan pernah bertepi.
Naturalisme: menggambarkan apa adanya dan cenderung bersifat pornografi.
  Aku adalah aku. Aku tak peduli walaupun orang menghujatku, menghina aku, dan juga membenci aku. Aku tetap pada pendirianku, yakni tetap menjadi seorang pelacur. Sebab, kata Rendra dalam puisinya, tanpa aku, para suami akan berzinah dengan istri tetangganya.
Ekstensialisme: memegang konsep bahwa manusia adalah sosok yang bebas namun memiliki tanggung jawab.

CARA MENULIS CERPEN
  Menulis pembuka cerpen
Perempuan itu terhuyung-huyung, lalu sesaat kemudian jatuh tersungkur. Seperti telah memunggah beban berat dari pundaknya, dia tak sadarkan diri. Tergolej dalam semak belukar rimba raya yang lebat, dia seolah lelap tertidur. Kelihatan kumuh, pakaian yang robek-robek, rambut yang acak-acakan, dan tubuh yang tergores-gores, perempuan itu menyiratkan kecantikan yang perkasa.telapak kakinya yang merah jambu. Di sana-sini berdarah. Kuku-kuku jari kaki dan tangannya yang memanjang, tentunya dapat dihentikan pertumbuhannya

MENULIS TOKOH YANG HIDUP
Ibu yang sejak tadi menangis terisak, langsung menubruk tubuhku. Kurasakan air matanya yang hangat menetes di pipiku.
“Tinggalkan kami bajingan tua!” kutuk sang ibu dengan sangat gemetar.
Bapak tertawa sinis. “Justru kamu yang harus pergi. Aku tidak ingin anakku dididik pelacur malang seperti kamu.”
“Bagaimanapun dia anakku. Aku yang mengandungnya. Kau tidak lebih dari pejantan”
“Dasar mulut ember, kamu mestinya merasa bersyukur karena aku menitipkan benihku di rahimmu!”

ALUR
  Alur adalah rangkaian peristiwa yang terdapat dalam karya sastra. Alur dapat dibuat melalui jalinan waktu, maupun hubungan sebab akibat.
  Alur secara garis besar terbagi menjadi tiga: perkenalan, konflik, dan penyelesaian.
  Ketiga hal ini merupakan pilar utama yang harus ada dalam cerpen.

LATAR
Jalan Merdeka memiliki gengsi tertentu. Hal ini disebabkan jalan itu memiliki sejarah panjang yang berhubungan dengan Belanda, Jepang, dan penguasa pribumi. Di jalan itu ada rumah tempat tinggal orang nomor satu di Kabupaten Pangkep. Baik musim hujan maupun musim kemarau, rumah bupati sangat enak dilihat. Orang senantiasa merindukan bahwa suatu saat ia akan tidur di rumah itu

PENYELESAIAN
  Cara penyelesaian cerpen umumnya terbagi menjadi tiga
                1. menyenangkan
                2. menyedihkan
                3. menggantung
  Cerpen-cerpen sekarang ini kebanyakan menggunakan penyelesaian yang menggantung.