Wednesday, November 3, 2010

Istanaku yang terkoyak

Goresan pena oleh: Indira Saraswati
Aku
Dahulu warnaku indah,
Dahulu aku punya sahabat dari ikan yang singgah ke tubuhku,
Tapi kini layaknya perahu yang hanya melintasiku
Sahabatkupun kini seperti itu.
Tak lagi memandangku,tak lagi singgah pada tubuhku
Karna kini…………..,
Aku hitam,aku suram aku gelap
Aku bukan lagi tempat mereka hidup
Bahkan ketika mereka melintasiku,aku malu,oleh warna-warni mereka yang indah.
Dahulu aku di anggap istana oleh para sahabatku
Tapi kini,aku tak lebih dari sebuah karang yang telah mati.
Ingin rasanya aku teriak hingga batinku puas,
Ingin rasanya aku caci maki kalian
Bahkan aku ingin balas dendam pada kalian.
Ah,tapi sudalah
Apapun yang kulakukan takkan berarti apapun pada kalian
Karena aku hanya karang
Tempat kau lempar pukatmu
Dan kelak ketika aku semua musnah
Yang berarti takkan ada lagi ikan
Karena tak punya tempat tinggal
Tak ada agi kehidupan di laut
Dan ketika anak/cucu kalian kelaparan,
atau kalian tak punya pekerjaan karena tak ada lagi hasil laut,
aku akan tertawa….
Jangan salahkan aku,
Karena kalianlah yang menyebabkan ini
Manusia beradap yang tak punya perasaan.
NB : Puisi ini menjadi juara III di “Festival Pantai dan Pesisir” yang diadakan di Ma’cini baji, Labbakang, Pangkep, Sulawesi Selatan.

Review Hadalabo Gokujyun Ultimate Moisturizing Lotion

Kali ini saya mau review hadalabo gokujyun ultimate moisturizing lotion untuk kulit kering dan normal. Hasil review ini setelah pemakaian 2 ...